Hindari Fitnah, Bos BGN Janji Tak Terima Tamu Berkepentingan Diam-diam

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 19:43 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengusulkan agar Dewan Pengawas BGN diisi oleh tenaga profesional dari berbagai bidang, mulai dari ahli gizi, dokter anak, dokter kandungan, hingga chef.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan komitmennya membangun tata kelola yang transparan dengan tidak menerima tamu yang memiliki kepentingan tertentu secara tertutup. (CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan komitmennya membangun tata kelola yang transparan dengan tidak menerima tamu yang memiliki kepentingan tertentu secara tertutup.

Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari prasangka negatif maupun potensi fitnah terhadap pejabat di lingkungan BGN.

Hal ini disampaikan Sudaryono saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center BGN bersama dua wakil kepala BGN sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi dan pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan seluruh komunikasi dan penyampaian aspirasi masyarakat harus dilakukan melalui mekanisme resmi.

"Kita maunya terang beneran. Tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap. Semua harus terang benderang," ujar Sudaryono dalam konferensi pers, Rabu (29/7).

Ia menjelaskan Pusat Pelayanan Terpadu merupakan zona hijau, yakni area tempat masyarakat dapat bertemu dengan pejabat BGN secara terbuka.

Sebaliknya, BGN juga menetapkan zona merah, yaitu larangan adanya pertemuan tertutup antara pejabat dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

Sudaryono mengaku secara pribadi membatasi pertemuan dengan mitra, pemasok, maupun pihak lain yang memiliki hubungan kepentingan dengan BGN.

[Gambas:Youtube]

Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut bukan lantaran ada niat melakukan tindakan yang tidak etis, melainkan untuk menghindari munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Kalau saya terima itu membuat orang menduga-duga, jadilah yang namanya fitnah. Daripada diduga-duga oleh publik, netizen, maupun masyarakat dengan dugaan yang negatif, lebih baik itu kita hindarkan," jelasnya.

Komitmen tersebut, lanjut Sudaryono, juga diterapkan hingga seluruh jajaran BGN. Ia menegaskan pejabat mulai dari eselon I, eselon II, hingga tingkat bawah dilarang menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara diam-diam.

"Semuanya harus direspons dengan cara yang proper, yang baik," imbuhnya.

Selain memperkuat integritas, BGN juga tengah membenahi sistem pelayanan pengaduan masyarakat. Melalui Pusat Pelayanan Terpadu, masyarakat dapat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun aspirasi melalui layanan terpadu yang dilengkapi call center.

Sudaryono mengatakan setiap laporan nantinya memiliki nomor registrasi sehingga masyarakat dapat memantau perkembangan penanganannya.

Sudaryono pun meminta waktu beberapa hari untuk menyempurnakan sistem tersebut agar seluruh aduan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan transparan.

"Insyaallah semua aduan ada nomor aduannya, bisa dipantau sampai di mana prosesnya, sudah ditindaklanjuti seperti apa. Kami ingin tidak ada masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pelayanan BGN," pungkasnya.

(ldy/sfr) Add as a preferred
source on Google