BNI Kokohkan Fundamental Bisnis untuk Dukung Transformasi BUMN

BNI | CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 20:34 WIB
BNI
Ilustrasi. (Foto: Arsip BNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini mencakup manajemen risiko, pengendalian internal, dan struktur permodalan demi menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Penguatan fundamental tersebut sejalan dengan agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan penciptaan nilai jangka panjang dalam ekosistem Danantara Indonesia. Salah satu wujud penguatan itu terlihat dari penerbitan instrumen Additional Tier 1 atau AT1 senilai US$700 juta di pasar internasional.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan tata kelola perusahaan yang baik bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan. Menurutnya, tata kelola menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai bagian dari BUMN, BNI terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, dan struktur permodalan agar fundamental perusahaan semakin kuat, dikelola secara profesional, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan nasional," ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).

Okki menyebut komitmen tersebut selaras dengan arah transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia. Danantara memiliki mandat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN untuk mendukung program strategis nasional, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Di samping memperkuat permodalan, BNI melanjutkan transformasi organisasi lewat penyempurnaan proses bisnis, pemanfaatan teknologi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, serta menghadirkan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah.

Penguatan tata kelola dan fundamental juga menjadi modal bagi BNI untuk menjalankan fungsi intermediasi secara sehat. Dengan kapasitas bisnis yang semakin kuat, perseroan berupaya memperluas akses layanan keuangan dan mendukung berbagai program pembangunan nasional.

"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI akan terus memperkuat tata kelola dan fundamental perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, mendukung transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," kata Okki.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan BNI yang memasuki usia 80 tahun pada 5 Juli 2026 dengan mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara. Tema itu merefleksikan semangat pengabdian dan pelayanan BNI kepada masyarakat serta negara.

Melalui penguatan tata kelola, permodalan, dan transformasi bisnis, BNI berupaya menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Perseroan juga terus meningkatkan kapasitasnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

(rir) Add as a preferred
source on Google