Gubernur dan PLN Buka Suara Soal Mati Lampu di Kalsel hingga Kalteng

TIM | CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 09:35 WIB
Blackout concept. Lighting candle near laptop with dark empty screen
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dan General Manager PLN Kalselteng Iwan Soelistijno menjelaskan soal penyebab pemadaman listrik di wilayah Kalsel dan Kalteng. (Foto: Istockphoto/kvkirillov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dan General Manager PLN Kalselteng Iwan Soelistijno menjelaskan soal penyebab pemadaman listrik di wilayah Kalsel dan Kalteng.

Iwan mengatakan pemadaman yang terjadi dalam beberapa waktu lalu disebabkan oleh tiga pembangkit besar di dua provinsi itu, secara bersamaan menjalani perbaikan.

"Di PLTU SLK Gunung Mas, Kalteng, pembangkit berkapasitas 2x100 megawatt (MW) tersebut saat ini memiliki satu unit yang beroperasi normal. Sementara Unit 2 yang mengalami gangguan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026," kata Iwan dalam akun instagram resmi Pemprov Kalsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kata dia, di PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI), Tabalong, Unit 2 yang sempat mengalami gangguan 100 MW telah kembali beroperasi penuh sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target 30 Juli 2026.

Lainnya, PLTU Asam-Asam, Kalsel, Unit 3 berkapasitas 54 MW masih dalam proses pemulihan, sementara Unit 2 juga masih menjalani perbaikan.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan perbaikan pembangkit itu diharapkan membuat pemadaman bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026.

[Gambas:Youtube]

"Insya Allah mulai awal Agustus kita tidak ada pemadaman, tetapi kita masih siaga," kata Muhidin.

Di sisi lain, dia menambahkan kondisi sistem kelistrikan diperkirakan kembali normal sepenuhnya setelah pemulihan PLTU Asam-Asam rampung pada akhir Agustus 2026. Muhidin juga meminta publik untuk memberikan kesempatan PLN bekerja untuk melakukan perbaikan agar pemadaman tak terjadi lagi.

Diketahui, warga di Banjarmasin mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi beberapa kali pada Juli lalu. Mereka meminta agar hal tersebut tak kembali terjadi karena berdampak pada aktivitas warga. Demikian pula warga yang ada di Palangkaraya yang mengeluhkan mati lampu dalam beberapa waktu terakhir.

(asa) Add as a preferred
source on Google