Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Gerakkan Ekonomi Lokal

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 15:59 WIB
Kemenko Perekonomian
(Foto: dok Kemenko Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan syukur dan terima kasih atas upaya pelestarian tradisi Grebeg Ageng Apem Yaaqawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig yang diadakan di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (31/7).

Tradisi penyebaran kue apem yang terbuat dari tepung beras itu dimulai oleh Kiai Ageng Gribig, yang kemudian menjadi metode praktis dalam menyiarkan Islam di Tanah Jawa. Bernama asli Syekh Wasibagno Timur, Kiai Ageng Gribig merupakan ulama besar yang gigih mensyiarkan ajaran Islam di Jawa, dan dikenal masih keturunan dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

"Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom, dalam keadaan sehat walafiat," kata Airlangga di Jateng, Jumat (31/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, penyelenggaraan Grebeg Saparan mengangkat tema "Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti" yang mengingatkan setiap orang bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian manusia, semuanya harus dilandasi rasa tawakal, rendah hati, serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT. Tema ini sejalan dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan keikhlasan.

Rangkaian kegiatan Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig 2026 diawali pada 16 Juli dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai pertanda masuknya tanggal 1 Safar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Semakan Al Qur'an Bil Qhoib dan Khataman Al Qur'an pada 22 Juli 2026, lalu Maulid Al Barzanji dan haul, disusul festival seni budaya selama satu minggu di sepanjang jalan raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, serta Kirab Gunungan Apem dari kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

"Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi," kata Airlangga.

Menurutnya, pengunjung kegiatan ini selalu bertambah setiap tahunnya. Diperkirakan, sekitar 50 ribu orang hadir pada Jumat (31/7).

Airlangga juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Klaten yang hingga saat ini turut melanjutkan tradisi, serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.

"Kita berharap bahwa apa yang diajarkan Kiai Ageng Gribig untuk terus dilanjutkan, terutama untuk kita mendorong nilai-nilai perekonomian masyarakat, nilai-nilai kebahagiaan dari masyarakat. Sekali dalam setahun kita guyub rukun untuk menikmati apem," jelas Airlangga.

Kegiatan selama sepekan ini pun berdampak terhadap perekonomian lokal, dengan lonjakan pendapatan para pelaku usaha mikro yang ada di sekitar lokasi, seperti pedagang kaki lima dan penyedia oleh-oleh. Lalu, para pembuat dan penjual kue apem ikut kebanjiran pesanan pembuatan kue apem yang mencapai 6 sampai 7 ton total sebaran.

"Terdapat juga pemberdayaan sektor jasa yang diberikan oleh warga sekitar, seperti pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, dan warga yang membuka warung atau angkringan juga mampu mendulang keuntungan dari membludaknya pengunjung dan wisatawan yang datang selama rangkaian acara," pungkas Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]