Prabowo Singgung Kutukan Negara Kaya Sumber Daya Alam
Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung kutukan bagi negara dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi tidak bisa menjadi negara besar.
"Bangsa yang gagal disebut failed state. Failed state, negara gagal, punya sumber daya tapi gagal, apalagi tidak punya sumber daya dan tidak punya kelebihan-kelebihan lain," kata Prabowo dalam pertemuan dengan Kadin di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Prabowo menyatakan untuk menjadi negara yang berhasil, maka diperlukan sinergitas antar seluruh elit. Ia menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi sesama elit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, seluruh negara yang berhasil itu karena elitnya bersatu. Begitupun sebaliknya, di negara gagal, para elit terpecah satu sama lain.
Ia menjelaskan yang dimaksud dengan kaum elit di sini meliputi elit politik, agama, ekonomi, intelektual, hingga buruh.
"Tunjukin kepada saya negara mana yang berhasil kalau elitnya ribut terus," ujarnya.
Prabowo pun menyatakan pembangunan bangsa merupakan proses panjang. Ia menyatakan sejarah peradaban manusia mengajarkan bahwa ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, budaya, bahkan agama.
Prabowo mengatakan pembangunan bangsa adalah pembangunan lintas sektor.
"Jadi Saudara-saudara, ini bisa juga dikatakan the curse, ya. Orang yang diberi atau negara ataupun kawasan di bumi yang diberi sumber alam yang begitu kaya sering menjadi sasaran," ujar dia.
"Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuk lah perang sudah ratusan tahun di situ," imbuhnya.
(mnf/pta)