Pegawai yang Terciduk Bos BGN Main HP di Rapat Batal Dipindah ke Papua
Pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga bermain telepon genggam (handphone/hp) saat rapat koordinasi nasional secara daring batal dipindahkan ke Papua.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pegawai itu menjabat sebagai Koordinator Wilayah BGN di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Ia mengakui memang menegur pegawai itu karena bermain HP.
"Yang bersangkutan memang betul itu saya memberikan zoom, kemudian di layar pegang HP, kemudian saya beri teguran, dan memang di situ saya sampaikan untuk dipindahkan ke Papua," kata Sudaryono dalam konferensi pers, Jumat (31/7).
Namun, kata dia, setelah dicek, tenaga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Papua telah over supply. Dapur MBG di Papua belum terlalu banyak.
"Dapurnya itu belum begitu banyak, sehingga tenaganya over supply, sehingga kami tidak pindah ke Papua, tapi kami pindah ke daerah lain," ujar dia.
Ia mengatakan pegawai itu akan dipindahkan ke Sulawesi Selatan yang memang butuh tenaga SPPI.
"Jadinya kami pindahkan kalau tidak salah ke Sulawesi Selatan yang di mana memang ada kebutuhan tambahan tenaga SPPI di tempat itu," katanya.
Momen itu sebelumnya terekam dalam video rapat yang beredar di media sosial dan dilihat CNNIndonesia.com, Kamis (30/7). Saat itu, Sudaryono sedang memberikan arahan kepada jajaran BGN melalui aplikasi Zoom.
Di tengah pemaparannya, Sudaryono menegur seorang peserta rapat yang dinilai tidak memperhatikan jalannya pembahasan karena bermain handphone.
"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara namanya Adi Afrianto. Saya kasih penjelasan, dia main handphone itu," kata Sudaryono dalam rapat tersebut.
Usai menegur, Sudaryono langsung meminta Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BGN mencatat nama pegawai tersebut dan segera memproses pemindahannya ke Papua.
"Karo SDM, tolong dicatat Korwil Kabupaten Kayong Utara Adi Afrianto. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua segera," ujarnya.