Pengusaha Bongkar Alasan Mal Pasang Pagar Tinggi

CNN Indonesia
Minggu, 02 Agu 2026 02:00 WIB
Ketua APPBI, Alphonzus Widjaja, menjelaskan pemasangan pagar tinggi di mal untuk menertibkan arus pengunjung. (Foto: CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja buka suara perihal ramai mal dan gedung memasang pagar tinggi di sejumlah daerah, termasuk di mal Kota Kasablanka, Jakarta. Fenomena ini belakangan jadi perhatian dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia menjelaskan langkah ini dilakukan untuk menertibkan arus keluar masuk pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Menurut dia, jika tidak dipagari, pengunjung bisa keluar masuk pusat perbelanjaan dari sudut mana pun yang berisiko membahayakan lalu lintas.

"Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," kata Alphonzus di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7), melansir Detik.

Menurutnya pemasangan pagar di mal bukan hal baru. Ia menyebut, banyak juga mal yang sejak awal memasang pagar sejak awal pembangunan.

Selain itu, pagar ini sering dipasang pada mal yang berada di pusat kota yang dilintasi atau menjadi titik demonstrasi. Oleh karena itu, ia menilai pagar besi ini menjadi salah satu langkah pengamanan dari pengelola mal.

"Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu, apa ya, batas pengaman lah begitu, terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung," tuturnya.

Selain di Jakarta, pemasangan pagar tinggi oleh sejumlah mal juga dilakukan di Surabaya, Jawa Timur. Mal-mal yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group di Surabaya, seperti Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall sebelumnya juga sudah memasang pagar tinggi.

Pramono minta pagar dibongkar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons fenomena sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Ibu Kota yang memasang pagar tinggi di area depan gedung.

Menurutnya, pemasangan pagar kemungkinan dilakukan karena kekhawatiran terhadap situasi keamanan. Namun, dia berencana meminta pengelola mal untuk kembali membongkar pagar-pagar tersebut.

"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono di Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (31/7).

kekhawatiran yang berlebihan justru dapat menimbulkan suasana yang tidak baik. Untuk memastikan keamanan Jakarta, dia mengaku terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum (APH).

"Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]

Jamin keamanan

Terkait hal ini, kepolisian juga memastikan bahwa kondisi Jakarta masih relatif aman dan kondusif.

Kabid Humas Polda Metro, Komisaris Besar Budi Hermanto memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih aman dan terkendali. Ia menegaskan tidak ada ancaman penjarahan seperti yang dikhawatirkan.

"Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan," ujar Budi.

Budi mengatakan pihaknya juga belum menerima surat pemberitahuan rencana aksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Namun demikian, Polda Metro melalui Direktorat Reserse Siber terus melakukan pemantauan konten-konten atau ajakan aksi Agustus.



KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK