Menhub Akui Manifest KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar Simpang Siur

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 09:23 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi mengakui data manifest penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar diduga simpang siur, tak sesuai kondisi faktual. (Foto: REUTERS/Dipta Wahyu)
Surabaya, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui data manifest penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8), diduga simpang siur atau tak sesuai dengan kondisi faktual.

Hal itu diketahui dari adanya lima anak penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang ditemukan dan dievakuasi, tetapi kelima anak tersebut tidak tercatat dalam manifest resmi.

"Ada lima anak yang yang tidak tercatat dalam manifest. Nanti mungkin hanya dicantumkan anak ini yang akan menjadi evaluasi kami juga, kenapa tidak tercatat di dalam manifest. Mestinya kan setiap penumpang yang ada di dalam kapal semua harus tercatat," kata Dudy saat meninjau korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8) dini hari.

Meski demikian, Dudy menyampaikan kelima anak yang berhasil teridentifikasi tersebut dalam kondisi sehat.

"Alhamdulillah. Sementara yang saya dapat lima anak ini ada juga yang sehat," ucapnya.

Selain data lima anak yang tak tercatat, persoalan manifest ini juga terungkap dari laporan keluarga yang tidak menemukan nama kerabatnya dalam manifest. Dudy menyatakan hal itu akan diverifikasi pihaknya lebih lanjut.

"Ini yang nanti harus kita verifikasi. Jadi ini menjadi pelajaran penting juga buat pengelola atau perusahaan pelayaran bahwa semua yang on board siapapun itu harus ada datanya," kata Dudy.

Tak hanya itu, Dudy mengungkap persoalan manifest yang simpang siur ini juga terlihat dari sejumlah penumpang yang membatalkan keberangkatan menggunakan KM Mutiara Sentosa, akan tetapi namanya masih tercatat dan tidak mengalami revisi data.

"Kita akan cocokkan karena memang ada simpang siur antara manifest dengan faktual yang ada di lapangan. Jadi informasi yang kami dapatkan, ada penumpang juga yang membatalkan perjalanan, tapi tidak dilakukan revisi atas manifest. Jadi ini yang harus kami cocokkan kembali," katanya.

Dudy menegaskan setiap perubahan data penumpang kapal seharusnya dilaporkan kepada otoritas pelabuhan agar data yang tersedia valid dan pasti.

"Mestinya kan faktual. Jadi kalau ada perubahan mestinya harus dilaporkan kepada otoritas pelabuhan mestinya, ya. Supaya kita punya data yang pasti, valid," ujarnya.

Ke depan, Kementerian Perhubungan berjanji melakukan pencocokan data secara menyeluruh antara manifest dan kondisi faktual penumpang yang telah dievakuasi.

"Harus kita cocokkan. Kemudian kalau memang masih ada yang belum dalam manifest memang masih belum lengkap semua, ya kita harus tetap melakukan pencarian. Ya, jadi kita harus memastikan semua yang ada dalam kapal itu tercatat dan kita semua bisa mengetahui. Kalau misalnya ada kurang, ya harus diteruskan pencariannya," pungkas Dudy.

Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kapal dengan rute Surabaya-Makassar tersebut mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat insiden terjadi.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan informasi awal kebakaran kapal diterima petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Selang satu menit kemudian, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut memberikan konfirmasi kepada petugas siaga.

"Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB sekitar 250 orang terbakar," kata Nanang dalam laporannya.

Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak perusahaan kapal, nakhoda sempat melaporkan kebakaran terjadi di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Komunikasi dengan nakhoda kemudian terputus dan tidak dapat dihubungi kembali.

Tim SAR langsung bergerak melakukan sejumlah langkah koordinasi begitu informasi diterima. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget.

Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.

"Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan," ucapnya.

Hingga pukul 21.00 WIB, Minggu malam, total 236 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi, dengan rincian 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

[Gambas:Video CNN]

(frd/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK