Garuda Buka Suara soal Perkembangan Rencana Merger dengan Pelita Air

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 12:02 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk GIAA datangkan pesawat Boeing 777300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities GMF, kawasan Bandara Interna
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara soal perkembangan rencana konsolidasi atau merger dengan Pelita Air. (Foto: Detikcom/Rachman Haryanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk buka suara soal perkembangan rencana konsolidasi atau merger dengan Pelita Air.

Manajemen Garuda menyampaikan rencana aksi korporasi tersebut masih dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan pihak-pihak terkait.

"Kajian tersebut mencakup arah strategis, bentuk, struktur, tahapan, jangka waktu, serta mekanisme pelaksanaan, dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group dalam agenda transformasi Perseroan," tulis Manajemen Garuda dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan tetap menjalankan agenda transformasi secara konsisten dan terukur dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, kesiapan operasional, keberlanjutan usaha, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Selain itu, perseroan menegaskan penetapan waktu efektif pelaksanaan merger dengan Pelita Air merupakan bagian dari keseluruhan kajian.

"Penetapan waktu efektif pelaksanaan merupakan bagian dari keseluruhan kajian atas arah strategis, bentuk, struktur, tahapan, dan mekanisme aksi korporasi, serta akan dilakukan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme persetujuan yang berlaku," terangnya.

Terkait struktur kepemilikan Pelita Air setelah konsolidasi, manajemen Garuda menyampaikan saat ini struktur kepemilikan mengacu pada data resmi entitas yang bersangkutan.

Perseroan menjelaskan struktur kepemilikan yang berlaku setelah pelaksanaan aksi korporasi, termasuk setiap perubahan pada struktur entitas anak Perseroan akan mengacu pada bentuk dan struktur transaksi yang ditetapkan melalui mekanisme persetujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Setiap perubahan akan disampaikan kepada publik sesuai dengan kewajiban keterbukaan informasi Perseroan," kata Manajemen Garuda.

Terkait dampak finansial pascakonsolidasi, Garuda Indonesia memastikan analisis atas dampak aksi korporasi terhadap kegiatan operasional dan kinerja keuangan perseroan menjadi bagian dari kajian menyeluruh dengan mengacu pada bentuk, struktur, serta mekanisme pelaksanaan yang ditetapkan.

"Perseroan tetap memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai rencana, sementara agenda transformasi terus dilaksanakan dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, kesiapan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang," tegasnya.

Kemudian, penetapan kontribusi keuangan Pelita Air dan periode laporan keuangan yang mencerminkan pelaksanaan aksi korporasi akan mengacu pada bentuk dan struktur transaksi, waktu efektif pelaksanaan, serta perlakuan akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku.

Manajemen Garuda menegaskan pembentukan ekosistem aviasi yang semakin solid membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi fundamental bisnis, tata kelola, operasional, sumber daya, maupun keberlanjutan usaha.

"Saat ini, arah strategis rencana aksi korporasi dimaksud terus dikoordinasikan secara intensif bersama pemegang saham dan para pemangku kepentingan terkait, dengan senantiasa memastikan bahwa setiap langkah yang dipertimbangkan dapat mengakselerasi penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group sejalan dengan agenda transformasi Perseroan," ungkap manajemen Garuda.

Adapun pembahasan tersebut mencakup bentuk, skema, tahapan, jangka waktu, serta mekanisme pelaksanaan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

Dalam prosesnya, perseroan terus berperan aktif dengan menyampaikan data, kajian, perspektif korporasi, kesiapan operasional, serta mitigasi risiko yang diperlukan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.

Penetapan arah kebijakan dan keputusan terkait aksi korporasi dilaksanakan melalui mekanisme pengambilan keputusan sesuai dengan kewenangan pemegang saham, yakni PT Danantara Asset Management serta pihak-pihak terkait.

"Seluruh proses tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," pungkas Garuda.

[Gambas:Youtube]

(fln/pta)