OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen hingga Juni 2026

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 20:55 WIB
Ilustrasi rupiah dan dolar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh dua digit hingga Juni 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh dua digit hingga Juni 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pertumbuhan tersebut turut diiringi peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang masih didominasi simpanan berjangka atau deposito.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kredit perbankan mencapai Rp9.080,9 triliun atau tumbuh 12,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai pertumbuhan sebesar 12,67 persen year on year menjadi Rp9.080,9 triliun," ujar Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026 di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8).

Menurut Friderica, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi yang meningkat 24,9 persen yoy. Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 8,94 persen yoy dan kredit konsumsi naik 5,75 persen yoy.

Di sisi kualitas aset, OJK mencatat rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih terjaga dengan NPL gross sebesar 2,09 persen dan NPL net sebesar 0,82 persen. Adapun rasio loan at risk (LAR) tercatat relatif stabil di level 8,47 persen.

Pada sisi pendanaan, DPK perbankan tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp10.281,8 triliun hingga Juni 2026.

Friderica mengatakan pertumbuhan DPK didorong oleh seluruh komponen simpanan, dengan deposito menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi.

"DPK perbankan tercatat tumbuh sebesar 10,21 persen year on year menjadi Rp10.281,8 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito yang masing-masing tumbuh sebesar 9,95 persen year on year, 8,25 persen year on year, dan 12,16 persen year on year," katanya.

Ia menambahkan, ketahanan perbankan nasional tetap solid. Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 23,7 persen pada Juni 2026.

Likuiditas perbankan juga dinilai memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 88,32 persen.

Sementara itu, rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat 101,92 persen dan alat likuid terhadap DPK sebesar 23,08 persen, jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)