Purbaya Sebut Insentif Baru Kendaraan Listrik Meluncur Dua Pekan Lagi

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 13:04 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal pemerintah akan kembali meluncurkan insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam waktu dekat.
Menkeu Purbaya mengumumkan insentif baru untuk 500 ribu kendaraan listrik untuk menekan ketergantungan impor minyak Indonesia. (FOTO:CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal pemerintah akan kembali meluncurkan insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam waktu dekat.

Purbaya mengatakan langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

"Pemerintahan Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara sangat signifikan. Karena itu, kami mendorong penggunaan kendaraan listrik. Kami akan terus melanjutkan upaya tersebut," ujar Purbaya dalam acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan langsung kebijakan tersebut dalam dua hingga tiga pekan mendatang.

Insentif ini disebut akan menyasar 500 ribu motor listrik dan juga 500 ribu mobil listrik.

"Saya rasa dalam dua atau tiga pekan ke depan Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan juga mobil listrik," ujar Purbaya.

[Gambas:Youtube]

Purbaya mengungkapkan sejumlah bentuk insentif yang tengah disiapkan pemerintah di antaranya pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai detail insentif ini, Purbaya mengatakan skema yang akan diberikan masih dalam tahap pembahasan.

"Itu masih dihitung, masih didiskusikan, tapi dalam waktu dekat akan dikeluarkan. 500 ribu motor, mobil juga. Nanti Pak Presiden yang mengumumkan," ujar Purbaya.

Ia juga mengisyaratkan kemungkinan adanya perlakuan berbeda antara kendaraan yang menggunakan baterai berbasis nikel dan baterai berbasis lithium.

"Baterai nickel-based sama baterai lithium-based juga berbeda sedikit," kata Purbaya.

Jumlah 500 ribu motor listrik dan 500 ribu mobil listrik ini bertambah dari wacana insentif kendaraan listrik yang sebelumnya pernah diungkap Purbaya.

Kala itu, Purbaya menyampaikan pemerintah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik. Jumlah tersebut terdiri dari 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.

Pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan kuota apabila permintaan masyarakat melampaui target yang telah ditetapkan.

Terkait skema bantuan yang disiapkan, pemerintah sebelumnya merancang diskon pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk mobil listrik sebesar 40 persen hingga 100 persen.

Besaran PPN DTP tersebut akan ditentukan berdasarkan kandungan nikel pada baterai kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

Sementara itu untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk pembelian satu unit motor listrik baru.

(dhz/ins)