Kemenhub Siapkan SuperApp Transportasi Nasional, Jangkau Daerah 3T

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 05:45 WIB
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Mohamad Risal Wasal
Kemenhub tengah menyiapkan superapp berbasis big data untuk mengintegrasikan seluruh layanan transportasi nasional baik angkutan penumpang maupun barang. (Tangkapan layar Youtube Kementerian Perhubungan RI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan superapp berbasis big data untuk mengintegrasikan seluruh layanan transportasi nasional baik angkutan penumpang maupun barang.

Langkah ini disiapkan sebagai solusi atas gap integrasi transportasi di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Mohamad Risal Wasal mengungkapkan tantangan utama konektivitas saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan armada, melainkan kualitas integrasi antar-moda yang belum optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Risal menyebut ketidaksesuaian jadwal hingga hambatan distribusi di kawasan terpencil masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

"Konektivitas mungkin sudah terjadi, integrasi mungkin sudah berjalan, tetapi kualitasnya yang belum sepenuhnya ada. Masih ada gap jadwal antara kedatangan barang dengan kapal atau jadwal produksi yang belum nyambung," ujar Risal dalam paparannya di acara Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia 2026, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan platform digital tersebut akan mengonsolidasikan data secara real-time terkait supply, demand, hingga operasional operator transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.

Melalui ekosistem terpadu ini, masyarakat maupun pelaku usaha diharapkan dapat mengakses perencanaan perjalanan, pemesanan tiket terintegrasi, hingga layanan transportasi tidak terjadwal atau on-call.

"Superapp dan big data ini memastikan bahwa kemudahan layanan transportasi bisa dirasakan langsung. Kalau ada potensi barang atau penumpang di suatu daerah, sistem ini akan membantu menemukan moda transportasi terdekat yang bisa digunakan sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolasi dari jaringan logistik kita," terangnya.

Risal menegaskan aplikasi terpadu ini disiapkan untuk menjangkau hingga ke daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

Ia mencontohkan sistem ini dirancang untuk mendukung skema hub and spoke yang memanfaatkan teknologi modern, seperti drone pengangkut barang di pulau-pulau kecil wilayah timur Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar arus logistik komoditas lokal agar bernilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Daerah 3TP ini bukan daerah miskin, melainkan wilayah yang selama ini belum terlayani sistem transportasinya dengan baik. Produk unggulan mereka sangat luar biasa, seperti sektor perikanan. Dengan konsep ini, kami ingin memastikan produk dari hulu ke hilir bisa keluar dan didistribusikan sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi setempat," tutur Risal.

[Gambas:Youtube]

(fln/sfr)