Purbaya Tambah Likuiditas Bank BUMN Rp70 T Mulai Pekan Ini

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 19:35 WIB
Indonesian Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa attends a monthly media briefing on the state budget at the Finance Ministry in Jakarta on June 5, 2026. (Photo by YASUYOSHI CHIBA / AFP)
Menkeu Purbaya kembali mengguyur likuiditas ke perbankan sebesar Rp70 triliun bulan ini untuk memperkuat penyaluran kredit. (AFP/YASUYOSHI CHIBA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengguyur likuiditas ke perbankan sebesar Rp70 triliun bulan ini untuk memperkuat penyaluran kredit.

Langkah itu dilakukan bersamaan dengan perpanjangan penempatan dana pemerintah yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga Juli 2027.

Purbaya mengatakan tambahan likuiditas tersebut terdiri dari Rp40 triliun yang disalurkan pada Rabu (5/8) dan Rp30 triliun yang akan dikucurkan pada pekan depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya inject Rp40 triliun tambahan. Minggu depan saya tambah lagi Rp30 triliun," ujar Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan pemerintah juga memperpanjang penempatan dana SAL sebesar Rp200 triliun hingga Juli 2027. Sebelumnya, dana tersebut dijadwalkan berakhir pada Desember 2026.

"Rp200 triliun sampai dengan Juli tahun depan supaya mereka leluasa menyalurkan kredit," katanya.

Menurut Purbaya, keputusan itu diambil setelah pemerintah melihat adanya keraguan perbankan terkait keberlanjutan penempatan dana SAL. Kekhawatiran tersebut dinilai memengaruhi agresivitas bank dalam menyalurkan kredit.

"Kayaknya bank itu ragu uang saya yang SAL itu akan diambil atau tidak sampai akhir tahun. Sehingga memengaruhi behavior mereka melakukan penyaluran kredit. Jadi saya bilang ke mereka, saya akan perpanjang," ujarnya.

Ia berharap langkah itu dapat menjaga likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit ke sektor riil dapat meningkat dan menopang pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun ini.

"Ketika kita lihat memang dampaknya serius, ya kita bantu sedikit sistem perbankan," ujarnya.

Adapun tambahan dana Rp70 triliun akan dibagikan ke lima bank pelat merah. Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) masing-masing memperoleh Rp10 triliun.

Sisanya, pemerintah akan mengucurkan ke tiga bank besar anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.

[Gambas:Youtube]

"Share-nya sama seperti sebelumnya. BTN sama BSI lebih kecil sedikit, sedangkan tiga bank besar porsinya sama," ujar Purbaya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana SAL yang ditempatkan di Himbara hingga 29 Juni 2026 mencapai Rp381 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp281 triliun yang semula jatuh tempo pada Desember 2026 diperpanjang hingga Juli 2027, sementara Rp100 triliun lainnya berstatus dana siaga yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Dengan tambahan Rp70 triliun, total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan diperkirakan mencapai sekitar Rp451 triliun.

(lau/sfr)