Bos BGN Klarifikasi Isu 13 Ribu Dapur MBG Baru Segera Dibuka

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 19:23 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). BGN telah menutup sebanyak 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kepala BGN Sudaryono meluruskan kabar soal pembukaan 13 ribu SPPG baru untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan kabar soal pembukaan 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan angka tersebut bukan berarti pemerintah akan langsung mengoperasikan seluruh dapur dalam waktu dekat.

Klarifikasi itu disampaikan di tengah ramainya narasi di media sosial yang menyebut pemerintah akan membuka 13 ribu dapur MBG baru setelah sebelumnya menutup ratusan dapur bermasalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sempat ramai ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13 ribu dapur (baru), bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur yang statusnya ada semua. Ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Ia menjelaskan BGN kini memadankan data lokasi dapur tersebut dengan data prevalensi stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Langkah itu dilakukan untuk menentukan dapur mana yang diprioritaskan beroperasi lebih dahulu.

"Maka dari data ini kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan mana yang prioritas, yang stuntingnya tinggi dan tinggi sekali, itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap," ujarnya.

Dari hasil pemadanan tersebut, BGN mengidentifikasi sekitar 1.700 dapur yang telah siap beroperasi dan berada di wilayah dengan angka stunting tinggi maupun sangat tinggi.

[Gambas:Youtube]

"Dari data overlay tadi ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," ujar Sudaryono.

Ia menegaskan pengoperasian dapur tersebut akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus. Pada tahap awal, BGN menargetkan mengaktifkan sekitar 300 dapur pada pekan depan, kemudian dilanjutkan secara bertahap pada pekan-pekan berikutnya.

"Nanti ini kita bertahap kita bereskan. Insya Allah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi, minggu depannya lagi, sehingga 13 ribu ini kemudian yang memang belum perlu, yang ini kita sisir semua," ujarnya.

(dhz/sfr)