BGN Ungkap Dugaan Penyebab Ratusan Siswa Keracunan MBG di Jayapura

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 13:55 WIB
Sebanyak 426 siswa SMAN 1 Yogyakarta diduga mengalami keracunan akibat menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagian besar dari mereka mengalami sakit perut pada Kamis (16/10) dini hari tadi.
BGN mengungkap dugaan awal penyebab ratusan siswa keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan awal penyebab ratusan siswa keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Jayapura, Papua.

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono dugaan awal penyebab keracunan MBG di Jayapura karena tempe bacem yang dimasak terlalu dini.

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Trenggono menyebut penyebab pasti kasus keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," imbuhnya.

Ia menambahkan hasil investigasi itu akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu, keamanan pangan, serta penerapan standar operasional pada seluruh tahapan penyelenggaraan MBG.

BGN juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Provinsi Papua dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus mendukung proses investigasi yang tengah berlangsung.

Berdasarkan data hingga pukul 15.45 WIT, tercatat sebanyak 219 siswa telah memperoleh penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Dari jumlah tersebut, delapan pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik.

"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," ujar Trenggono.

Ia juga mengunjungi Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi secara langsung proses penyediaan makanan dan pelaksanaan standar operasional yang diterapkan. BGN memberhentikan operasional sementara (suspend) dapur MBG itu.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi penyebab kejadian, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sistem pengawasan sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Tadi saya langsung melakukan kunjungan ke SPPG yang menangani ini. Memang banyak sekali kekurangan. Saya sudah tegur juga koordinator wilayah, kenapa pengawasan seperti ini masih terjadi. Sementara kita suspend dulu, kita cek dan investigasi di mana letak kesalahannya, apakah pada SOP atau bahan bakunya. Ini menjadi evaluasi kita semua," ujar Trenggono.

[Gambas:Youtube]

(pta/sfr)