IAEI dan KNEKS Siap Perkuat Masterplan Ekononomi Syariah RI
Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus mendorong penguatan tata kelola ekonomi syariah melalui pengesahan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) dan pengembangan Produk Domestik Bruto (PDB) Syariah.
Upaya tersebut disampaikan dalam Webinar Diseminasi Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia Triwulan II/2026.
Para pembicara menilai penguatan kedua instrumen tersebut penting untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah sekaligus menyatukan kebijakan lintas kementerian dan lembaga.
Ketua Harian IAEI Muhammad Syakir Sula mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemimpin ekonomi syariah global. Hal itu ditunjukkan mulai dari jumlah penduduk muslim hingga dukungan akademik dan kelembagaan.
"Ekonomi syariah tidak cukup dipandang sebagai aktivitas bisnis semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama atau jihad iqtisadi untuk membangun kesejahteraan bangsa. IAEI siap memperkuat kolaborasi antara akademisi, regulator, pelaku industri, dan masyaraka," ujar Syakir dalam rilis bersama.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub menyebut ekonomi syariah telah masuk dalam RPJPN 2025-2045, RPJMN, dan Asta Cita.
Menurutnya, MEKSI perlu memiliki dasar hukum yang kuat, sedangkan PDB Syariah diperlukan untuk memberikan gambaran lebih akurat mengenai kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.
(asa)