REKOMENDASI SAHAM

Jejeran Pilihan Saham Berpeluang Cuan Pekan Ini

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 06:31 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.
IHSG menguat 1,04 persen di level 6.409 dengan transaksi Rp16,46 triliun. Proyeksi pergerakan saham untuk pekan depan menunjukkan potensi penguatan terbatas. (FOTO:CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 65,94 poin atau naik 1,04 persen di level 6.409 pada Jumat (7/8) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp16,46 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 38,06 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat selama tiga hari. Sementara di dua hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks pun tercatat menguat 2,78 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 3 sampai dengan 7 Agustus 2026 perdagangan saham ditutup positif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 2,64 persen dari Rp10.923 triliun menjadi Rp11.212 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 32,98 persen dari 30,04 miliar menjadi 39,95 miliar lembar saham.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan 0,38 persen dari Rp15,44 triliun menjadi Rp15,38 triliun.

[Gambas:Youtube]

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 27,62 persen dari 1,82 juta kali transaksi menjadi 2,32 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp1,24 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,29 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Senin (10/8). IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.320 dan resistance 6.480.

"Pergerakan pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari data keyakinan konsumen domestik, penguatan rupiah, hingga penantian data inflasi Amerika Serikat," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (9/8).

Dari dalam negeri, pasar akan mencermati rilis data indeks keyakinan konsumen periode Juli 2026 yang diperkirakan berada di level 116, turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya. Penurunan tersebut melanjutkan tren sejak Januari 2026 ketika indeks masih berada di level 127.

Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Salah satu indikator yang turut menjadi perhatian adalah persepsi terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan yang cenderung menurun.

Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.800 per dolar AS dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar saham. Sentimen tersebut diperkuat oleh aksi beli investor asing yang mencatatkan foreign inflow sebesar Rp494 miliar di pasar saham pada awal pekan Agustus 2026.

Dari eksternal, investor juga akan menantikan rilis data inflasi AS periode Juli 2026. Inflasi AS diperkirakan melambat menjadi 3,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dari 3,5 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Jika data tersebut sesuai dengan perkiraan, Oktavianus menilai dampaknya dapat lebih positif bagi pasar karena berpotensi mendorong sikap The Fed yang lebih dovish atau lebih terbuka terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk atau ESSA yang ditutup menguat 1,60 persen ke posisi 635 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ESSA dapat menyentuh level 685 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA yang ditutup menguat 4,69 persen ke posisi 2.230 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi TPIA dapat menyentuh level 2.400 pada pekan ini.

Ketiga, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk atau MDKA yang ditutup menguat 3,52 persen ke posisi 2.940 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi MDKA dapat menyentuh level 3.130 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih memiliki peluang menguat pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan level support di 6.112 dan resistance di 6.454.

"Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.112 dan resistance 6.454," kata Herditya.

Menurutnya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari AS, investor akan mencermati rilis sejumlah data makroekonomi, terutama inflasi Juli yang berdasarkan konsensus diperkirakan melandai.

Selain itu, data Producer Price Index (PPI) juga akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed, khususnya terkait suku bunga acuan.

Dari China, investor akan mencermati rilis data inflasi Juli yang juga diperkirakan melandai. Kondisi tersebut dapat menjadi sinyal adanya perlambatan ekonomi di negara tersebut dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

Di dalam negeri, perhatian investor tertuju pada laporan kinerja emiten kuartal II 2026. Selain itu, pembagian dividen interim juga akan menjadi salah satu faktor yang dicermati investor dalam menentukan keputusan investasinya.

Sentimen lain yang perlu diperhatikan berasal dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar akan mencermati rencana perdamaian di kawasan tersebut, termasuk rencana pengenaan tarif di Selat Hormuz yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Buana Lintas Lautan Tbk atau BULL yang ditutup menguat 1,33 persen ke level 456 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BULL dapat menyentuh level 520 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang ditutup menguat 4,47 persen ke level 187 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BUMI dapat menyentuh level 210 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Multipolar Tbk atau MLPL yang ditutup menguat 5,21 persen ke level 101 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan MLPL dapat menyentuh level 113 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(ins)