Pelindo Targetkan 100 Truk Peti Kemas dalam Uji Emisi di TTL dan TPS
PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) dan Pelindo Regional 3 menggelar uji emisi gas buang bagi angkutan peti kemas. Program ini bertujuan mengendalikan emisi kendaraan barang di kawasan terminal pelabuhan.
Uji emisi diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di dua lokasi, yakni Terminal Teluk Lamong (TTL), Kamis (13/8), dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Selasa (18/8). Target pemeriksaan mencapai 100 unit truk peti kemas yang beroperasi di kedua terminal tersebut.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya untuk memeriksa dan memverifikasi kondisi emisi kendaraan. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap penerapan standar operasional pelabuhan yang berwawasan lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengujian bertujuan memperoleh gambaran kondisi emisi gas buang kendaraan berdasarkan parameter yang dipersyaratkan. Hasil pengujian juga digunakan untuk mengidentifikasi kendaraan yang memerlukan pemeliharaan atau perbaikan pada sistem mesin dan sistem pengendalian emisi.
Program bertajuk 'Merdeka dari Emisi' ini merupakan bagian dari komitmen korporasi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 mengenai penanganan perubahan iklim. Selain pengukuran emisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi teknis bagi perusahaan angkutan dan pengemudi mengenai pentingnya pemeliharaan kendaraan secara berkala.
Corporate Secretary PTP, Widyaswendra, menjelaskan pengujian emisi merupakan salah satu langkah preventif untuk mendorong terciptanya ekosistem operasional pelabuhan yang lebih rendah emisi.
"Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran terhadap kondisi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong pengguna jasa dan mitra transportasi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aspek lingkungan dalam kegiatan operasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8).
Menurut dia, truk peti kemas merupakan salah satu komponen penting dalam rantai logistik yang menghubungkan terminal dengan kawasan hinterland.
Intensitas operasional kendaraan yang relatif tinggi membuat aspek emisi gas buang perlu menjadi bagian dari perhatian dalam pengelolaan transportasi logistik yang berkelanjutan.
"Dengan target 100 unit kendaraan yang diperiksa di dua terminal, kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan awareness para operator dan perusahaan angkutan terhadap kondisi teknis kendaraannya. Kendaraan dengan sistem pembakaran dan mesin yang terawat tidak hanya mendukung pengendalian emisi, tetapi juga berkontribusi terhadap efisiensi operasional dan keandalan angkutan," lanjut Widyaswendra.
Di sisi lain, salah satu pengemudi truk peti kemas, Ahmad Basuni, mengikuti pengujian emisi dan menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pengemudi yang telah menjalankan profesinya selama sembilan tahun itu menilai proses pengujian berlangsung sederhana dan tidak mengganggu aktivitas operasional kendaraan.
"Proses uji emisinya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Menurut saya kegiatan seperti ini bagus dan kalau bisa dilakukan secara rutin, karena kita sebagai pengemudi juga jadi tahu kondisi emisi kendaraan yang kita bawa," ucap dia.
Inisiatif kolaborasi ini diharapkan membawa transformasi operasional logistik pelabuhan menuju arah yang lebih rendah emisi. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan mewujudkan aktivitas logistik yang efisien, aman, dan berkelanjutan.
(rir)