Ketua MPR Puji MBG dan Kopdes di Sidang Tahunan

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 09:44 WIB
Ahmad Muzani saat berpidato di Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8).
Ketua MPR Ahmad Muzani memuji program pemerintah MBG dan KDMP dalam Sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8) pagi. (TV Parlemen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua MPR Ahmad Muzani memuji program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam Sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8) pagi.

Muzani mengatakan setelah 81 tahun Indonesia merdeka, masih ada anak-anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar pengobatan.

Oleh karena itu, ia memandang program MBG sebagai terobosan dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Menurutnya, program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan, namun bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adalah mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bisa bersaing secara kompetitif. Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka-panjang bagi masa depan bangsa," kata Muzani.

Muzani menyebut semua pihak saat ini memiliki tugas memastikan tujuan dari program MBG dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel.

Ia lalu menyinggung program KDMP. Muzani mengatakan konstitusi telah menegaskan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.

Menurutnya, amanat itu menunjukkan pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tersisih. Ia menjelaskan koperasi merupakan salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi.

"Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasar, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," kata Muzani.

Lebih lanjut, Muzani juga mengatakan koperasi bukan sekadar badan usaha. Koperasi adalah semangat untuk maju bersama.

"Karena itu, keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat," ujarnya.

(yoa/har)
placeholder