BSI Berterima Kasih atas Apresiasi Presiden Terhadap Kinerja Bullion

BSI | CNN Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2026 11:40 WIB
BSI
(Foto: arsip BSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyampaikan terima kasih atas apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap kontribusi BSI dalam pengembangan bank emas di Indonesia.

Hal itu dinyatakan oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo merespons penghargaan Prabowo yang diungkapkan pada Sidang Tahunan MPR RI dan sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Sidang bersama MPR, DPR, dan DPD RI ini menjadi momentum penyampaian laporan kinerja pemerintahan dan berbagai capaian strategis nasional. Saat itu, Prabowo dalam pidato kenegaraannya memberi apresiasi atas pertumbuhan kinerja bank emas nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengembangan ekosistem bank emas nasional, BSI mengambil peran aktif dengan menyediakan berbagai produk dan layanan bullion.

Selain itu, BSI juga menjadi salah satu pendiri Indonesian Bullion Market Association (IBMA) sebagai bagian dari upaya memperkuat industri dan ekosistem emas nasional.

Selang satu tahun diresmikan sebagai bank emas atau bullion bank, bisnis emas BSI terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Per Juni 2026, total emas kelolaan BSI telah mencapai 24,01 ton.

Sejak awal 2026, jumlah nasabah bullion BSI meningkat 700 persen secara year-on-year (YoY), yang turut mendorong pertumbuhan fee-based income (FBI) bisnis emas sebesar 712 persen secara YoY.

Capaian tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion BSI sekaligus memperkuat peran perseroan dalam pengembangan ekosistem emas nasional.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo menyatakan Bank Emas yang telah beroperasi selama kurang lebih setahun sejak diluncurkan pada tahun lalu telah mengelola sebanyak 153 ton emas yang nilainya mencapai kurang lebih Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar AS.

Bagi Presiden, Bank Emas (bullion bank) menjadi sarana bagi bangsa untuk Indonesia menguasai kembali kekayaan emas, terutama yang ditambang di sejumlah daerah di penjuru negeri.

"Hari ini dengan adanya Bank Emas yang baru beroperasi 1 tahun, bank emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia," ujar Prabowo, Jumat (14/8).

(rea/rir)
placeholder