Haji Isam Buka Suara soal Logo Kemenhan Ada di Kapal Pesiarnya
Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam buka suara terkait kapal pesiar mewah J7 Explorer miliknya yang mencantumkan logo Kementerian Pertahanan (Kemenhan) hingga membuat ramai jagad media sosial.
Haji Isam mengaku kapal berbobot 8.076 GT tersebut merupakan miliknya dan menjelaskan bahwa kapal itu dibangun di Batam dan selesai pada 2022, melansir Antara, Sabtu (15/8).
Alih-alih dipakai untuk plesiran mewah, Isam mengatakan kapal megah tersebut "disulap" menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan bahwa kapal tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan.
Ia menegaskan keterlibatan J7 Explorer menjadi bagian keterlibatan swasta merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk mengejar target cetak sawah di Merauke, Haji Isam mengungkapkan ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek.
"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.
Dia menuturkan keterlibatannya dalam mega proyek itu bukan semata-mata berhitung soal untung rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan amanah negara.
Dengan demikian, proyek tersebut diharapkan tak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua.
Menurutnya, karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat menjadikan keberadaan J7 Explorer sangat krusial. Kapal raksasa itu kini menjelma menjadi infrastruktur penunjang untuk menyukseskan proyek pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Siraitmenjelaskan kapal swasta tersebut memang dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.
"Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Brigjen TNI Rico dalam keterangan di Jakarta.
Ia menjelaskan penempelan logo Kemenhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport alias Haji Isam tersebut menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.
Disebutkan bahwa kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera.