Danantara Tegaskan Saham BUMN di KCIC Bakal Dialihkan ke Kemenkeu

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 19:51 WIB
Danantara memastikan seluruh saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan dialihkan sepenuhnya ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). (CNN Indonesia/ Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria memastikan seluruh saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan dialihkan sepenuhnya ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepemilikan saham BUMN tersebut selama ini dikelola melalui perusahaan konsorsium pelat merah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Konsorsium kan? Yang BUMN kan? Iya, betul, dialihkan, dihibahkan," ujarnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Dony, prioritas utama dari langkah saat ini adalah memastikan seluruh proses peralihan saham tersebut bisa segera dirampungkan.

"Yang penting selesai. Pengen enggak selesai (urusan) Whoosh ini?" ujar Dony.

Kesepakatan pengambilalihan terjadi usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Dony pada Rabu (5/8).

Purbaya menyampaikan saham KCIC akan dikelola oleh salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu, sehingga tidak menjadi beban langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Dialihkan ke Kemenkeu, diolah saya semuanya. Tetapi nanti kami akan pakai salah satu tangan SMV fiskal untuk mengelola. Kami kan punya banyak, ada SMI dan lain-lain. Jadi enggak langsung tanggung jawab APBN, walaupun diolah pemerintah," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

SMV merupakan lembaga khusus di bawah Kemenkeu yang bertugas mendukung pembiayaan pembangunan dan investasi pemerintah.

Sejumlah SMV antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), hingga Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Purbaya menegaskan pengalihan saham tersebut tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditaksir mencapai Rp79 triliun akan dialihkan ke APBN. 

Menurut Purbaya, SMV memiliki kemampuan keuangan untuk mengelola aset tersebut tanpa memerlukan suntikan dana pemerintah.

"SMV kan punya untung juga, jadi sebagian akan dibiarkan ke situ. Kira-kira begitu gambaran kasarnya," katanya.

Saat ini, 60 persen saham KCIC dimiliki konsorsium PSBI yang beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero). Sementara 40 persen sisanya dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Purbaya juga memastikan proses pengalihan kepemilikan saham tersebut sedang dipercepat agar dapat diselesaikan sesuai target pada pertengahan September.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK