Harga Minyak Naik 4 Hari Beruntun di Tengah Ketegangan di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 10:25 WIB
A drone picture shows the Singapore-flagged LPG tanker Chrysopigi Lady, chartered by Trafigura, carrying the first shipment of Venezuelan liquefied petroleum gas to the United States, in Barcelona, Venezuela, January 29, 2026. Miraflores Palace/Hando
Harga minyak dunia naik tipis ke US$91,28 per barel pada perdagangan Rabu (19/8), memperpanjang penguatan untuk hari keempat berturut-turut. (Foto: via REUTERS/MIRAFLORES PALACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan Rabu (19/8), memperpanjang penguatan untuk hari keempat berturut-turut.

Kenaikan terjadi di tengah ketidakpastian pasokan setelah muncul pernyataan yang bertentangan dari Iran dan Amerika Serikat (AS) mengenai status Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau 0,29 persen menjadi US$91,28 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 37 sen menjadi US$85,31 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua kontrak tersebut ditutup pada perdagangan Selasa (18/8) di level tertinggi sejak 24 Juli.

Penguatan harga minyak terjadi ketika harapan tercapainya perdamaian antara AS dan Iran semakin meredup. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran. Trump juga menyatakan Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Iran yang menyebut jalur perairan strategis tersebut masih ditutup bagi kapal.

Ketidakpastian semakin meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin (17/8).

Seorang pejabat senior Iran sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya mengambil sikap lebih ofensif menyusul kebuntuan diplomatik dengan AS. Meski demikian, hingga Selasa belum terdapat laporan mengenai serangan baru dari kedua pihak.

Investor kini mencermati perkembangan hubungan AS-Iran serta kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz untuk mengukur seberapa besar risiko gangguan pasokan minyak global.

Ketidakjelasan mengenai apakah kapal dapat kembali melintasi jalur tersebut secara normal membuat pasar tetap berada dalam kondisi waspada dan menjadi faktor yang menopang harga minyak untuk saat ini.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)