Respons Airlangga soal Polemik Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi Warga

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 13:52 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembagian desil tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan melalui mekanisme sensus. (Foto: CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons polemik di publik terkait kategori desil yang dinilai tak sesuai kondisi ekonomi masyarakat.

Berdasarkan laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos), desil merupakan kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi, mencakup keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, keterangan perumahan seperti kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset.

Merespons itu, Airlangga mengatakan pembagian desil tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan melalui mekanisme sensus.

"Desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN (data tunggal sosial dan ekonomi nasional)," kata Airlangga di AYANA Midplaza, Jakarta Pusat, Rabu (19/8) dikutip Detik Finance.

Namun, Airlangga tak menjawab rinci soal penentuan desil tersebut merujuk pada besaran pengeluaran atau kepemilikan aset. Ia hanya memastikan seluruh indikator ekonomi tersebut dihimpun melalui metode survei.

"Ya itu berdasarkan survei," tambahnya.

Perkara desil menuai protes publik. Banyak masyarakat yang mengecek status desil secara mandiri, dan kaget karena ditempatkan di kategori desil mereka.

Masyarakat mengecek status desil di website dtsen-form.bps.go.id, dengan cara memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Fitri, seorang ibu rumah tangga di Bekasi, Jawa Barat, terkejut ditempatkan di desil 10 yakni golongan dengan tingkat kesejahteraan tertinggi, padahal tak sesuai kondisi finansial mereka. Suaminya merupakan pebisnis kaos sablon berskala kecil.

"Cuma punya motor, rumah juga numpang ke orang tua, tahu-tahu desil 10," keluhnya.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK