PNM Peduli Penuhi Kebutuhan Warga dan Insan PNM Korban Gempa NTT

PNM | CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 14:40 WIB
PNM
(Foto: dok PNM)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat sebanyak 47 unit kerjanya di wilayah Flores terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8). Tak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat setempat, bencana juga merusak fasilitas operasional PNM di area terdampak.

Sebagai langkah penanganan cepat, PNM berkoordinasi dengan jaringan unit kerjanya untuk memastikan keselamatan para staf. Dari hasil pemantauan, sebanyak 792 karyawan (Insan PNM) telah berhasil dikonfirmasi keberadaannya dalam kondisi aman.

Pada saat bersamaan, PNM melalui program PNM Peduli turut memetakan kebutuhan mendesak di lapangan untuk menyalurkan bantuan darurat secara tepat sasaran, yang kemudian disusul pengaktifan tim Respati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melakukan kajian cepat dan mengidentifikasi kebutuhan prioritas di sejumlah titik terdampak, tim Respati pada Minggu (16/8) bergerak menuju wilayah terdampak dengan membawa kebutuhan awal berupa makanan instan dan obat-obatan.

Di tengah keterbatasan akses dan transportasi, tim Respati melanjutkan koordinasi dengan jaringan PNM di Flores untuk menghimpun informasi mengenai kondisi terkini. Hasil pemetaan itu menjadi dasar bagi PNM dalam menentukan jenis bantuan yang akan disalurkan melalui PNM Peduli.

Kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan turut mencakup kebutuhan dasar bagi kelompok rentan dan warga yang dalam pengungsian, seperti roti dan biskuit, bubur dan susu bayi, popok, pembalut, hingga sabun.

Pada Senin (17/8), bantuan PNM Peduli diberangkatkan menuju wilayah terdampak sebelum didistribusikan melalui koordinasi tim PNM di lapangan. Sebanyak 147 paket bantuan dengan total nilai Rp144.000.000 disalurkan kepada 1.347 penerima manfaat di 8 titik pengungsian/wilayah terdampak.

Bantuan diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar pada situasi darurat, termasuk bagi bayi dan perempuan, serta kebutuhan kebersihan yang penting guna menjaga kondisi kesehatan warga di pengungsian.

Pemimpin PNM Cabang Denpasar, Made Dwantara Wijaya berharap, pendekatan yang diterapkan PNM dapat memberi manfaat serta dampak nyata bagi masyarakat dan Insan PNM yang terdampak.

"Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat dapat berubah dengan cepat. Karena itu, PNM Peduli tidak hanya berfokus pada pengiriman bantuan, tetapi terlebih dahulu melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan," ujar Made Dwantara Wijaya.

PNM menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan selama proses pemulihan pascabencana. Melalui PNM Peduli, PNM membawa kepedulian untuk memahami, membantu, dan terus mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

(rea/rir)
placeholder