DP Mulai 1 Persen, Danantara Rilis 130 Ribu Rumah Buat Gen Z

CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 13:36 WIB
Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (21/8).
Danantara menawarkan 130 ribu unit hunian dengan DP mulai 1 persen. Pameran Danantara Housing Expo 2026 hadirkan skema pembiayaan menarik untuk semua segmen. (FOTO:CNN Indonesia/Laurent Nabila Zahra Tanjung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menawarkan sekitar 130 ribu unit hunian dengan uang mulai alias down payment (DP) mulai dari 1 persen. Adapun pengembang yang bekerjasama mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta

Penawaran tersebut diluncurkan dalam kegiatan Danantara Housing Expo 2026 pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK.

Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas mengatakan hunian yang ditawarkan dalam pameran tersebut berasal dari pengembang BUMN maupun swasta dan mencakup berbagai segmen, mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga premium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lebih dari 130 ribu rumah akan tersedia di sana. Bentuknya ada yang landed, ada yang apartment, ada yang TOD, ada yang subsidi. Semua ada, jadi semua segmen pasar akan masuk ke situ," kata Rohan dalam konferensi pers di Gedung Danantara Jakarta, Jumat (21/8).

Rohan mengatakan salah satu daya tarik utama pameran tersebut adalah skema pembiayaan yang ditawarkan. Masyarakat dapat memperoleh uang muka (DP) mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 tahun.

Dengan skema tersebut, cicilan sejumlah hunian yang ditawarkan disebut dapat berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan.

[Gambas:Youtube]

"Ada yang cicilannya Rp1 jutaan per bulan, ada yang Rp2 jutaan, ada yang Rp3 jutaan. Dan bisa 30 tahun yang jarang ada di Indonesia sepanjang itu," ujarnya.

Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management Dian Takdir Badrsyah mengatakan sekitar 130 pengembang terlibat dalam pameran tersebut. Sebanyak 12 di antaranya merupakan pengembang BUMN, sedangkan sisanya merupakan pengembang swasta.

Total hunian yang ditawarkan juga mencakup sekitar 49 ribu unit yang diperuntukkan bagi MBR.

"Untuk rumah MBR itu sekarang ada kurang lebih 49 ribu unit yang kita tawarkan yang tersebar di Jawa dan di luar Jawa," kata Dian.

Dian mengatakan hunian MBR tersebut mengikuti ketentuan pemerintah, termasuk skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sementara hunian untuk segmen menengah dan premium mengikuti skema serta harga yang ditawarkan masing-masing pengembang.

Selain rumah tapak, pameran juga menawarkan hunian vertikal dan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Sejumlah proyek TOD yang ditawarkan berada di sekitar stasiun KRL maupun LRT.

Dian menilai skema pembiayaan dengan tenor hingga 30 tahun dan DP 1 persen dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk memiliki hunian.

"Untuk Gen Z dengan usia di bawah 30 tahun dia start untuk melakukan kredit, jadi diharapkan sebelum usia pensiunnya sudah selesai. DP itu hanya 1 persen," ujarnya.

Danantara juga mencatat minat masyarakat terhadap program tersebut sebelum pameran resmi dimulai. Dian mengatakan sebanyak 880 unit hunian telah dipesan dalam periode pre-event dengan nilai transaksi lebih dari Rp500 miliar.

"Transaksi kami sudah 880 unit sampai saat ini dan nilai rupiahnya sudah di atas Rp500 miliar. Jadi ini angka-angka yang sangat menarik yang terlihat bahwa animo masyarakat akan adanya Danantara Expo ini sangat baik," kata Dian.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan pembiayaan dalam Danantara Housing Expo turut didukung Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menurut dia, skema pembiayaan tersebut menawarkan DP mulai 1 persen, bunga berjenjang mulai 2,75 persen, serta pembebasan biaya provisi, appraisal, dan administrasi selama pameran.

"Bunga berjenjang ini sebenarnya nasabah atau konsumen nanti akan bisa menyesuaikan dengan pendapatan dia yang dia isikan naik. Jadi kita mengikuti dengan pendapatan dari calon pembeli rumah ini nanti," pungkas Aris.

(inn/ins)