KAI Siapkan Jalur Kereta Baru di 3 Wilayah usai Dititah Prabowo

CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 14:41 WIB
Pemudik menyusun kopernya di atas gerbong kereta api serello relasi Palembang-Lubuk Linggau di Stasiun Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (13/3/2026). Berdasarkan data dari PT KAI Divre III Palembang penjualan tiket kereta api Angkutan Leba
KAI siapkan pengembangan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali mengikuti arahan Presiden Prabowo untuk mendukung logistik dan transportasi. (FOTO:ANTARA/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan pengembangan jalur kereta baru di tiga wilayah, yakni Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada KAI.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perseroan tengah mengerjakan studi untuk pengembangan jalur kereta di Kalimantan. Sementara itu, penyusunan detailed engineering design (DED) untuk jalur kereta di Sumatra juga sedang berjalan.

"Presiden (Prabowo) memerintahkan kami tiga hal, memerintahkan kami tiga wilayah, satu adalah Sumatra, kita sedang kerjakan Sumatra juga DED-nya, kemudian yang kedua Kalimantan, yang ketiga Bali. Nanti surprise mana yang akan kita selesaikan yang paling duluan, oke!" kata Bobby di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bobby mengatakan urutan pembangunan akan ditentukan berdasarkan sejumlah faktor, salah satunya proses pembebasan lahan. Karena itu, wilayah yang paling siap akan lebih dulu didorong pembangunannya.

"Nanti kita lihat, kan yang namanya pembangunan jalur kereta baru ini banyak faktor-faktornya ya, terutama juga faktor pembebasan lahannya. Nanti kita lihat mana yang paling cepat itu kita dorong dulu," ujarnya.

Untuk rencana Trans Kalimantan, Bobby mengatakan studi pengembangan jalur tersebut masih diselesaikan. Ia belum memastikan apakah pembangunan akan diprioritaskan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau wilayah lainnya.

[Gambas:Youtube]

Sementara untuk pendanaan, KAI belum membahas keterlibatan investor dalam proyek Trans Kalimantan maupun jalur kereta di Bali.

"Belum-belum, belum kita bicarakan (soal investor di Kamilantan)," ujar Bobby.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah menjajaki calon investor dari dalam dan luar negeri untuk pembangunan Trans Kalimantan, termasuk dari China dan Rusia.

"Sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri. Di antaranya China dan Rusia," ujar Dudy di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).

Dudy mengatakan pemerintah juga telah berkoordinasi dengan KAI untuk menyiapkan roadmap pembangunan Trans Sumatra dan Trans Kalimantan. Untuk Trans Sumatra, sebagian jalur dinilai sudah tersedia sehingga pengembangannya dapat dilakukan dengan menghubungkan jalur-jalur yang ada.

"Kalau Trans Sumatra kan sebagian memang sudah tersedia. Tinggal kita sambung-sambungkan. Kalau Trans Kalimantan memang kita harus mulai," ucapnya.

Hingga kini, pemerintah belum menetapkan nilai investasi untuk proyek tersebut. Dudy mengatakan perhitungan masih akan bergantung pada rencana bisnis dan minat investor.

KAI sendiri merupakan bagian dari ekosistem BPI Danantara Indonesia. Dudy sebelumnya menyebut pengembangan jalur di Sumatra lebih berpotensi digarap KAI untuk kepentingan logistik, sementara proyek di Kalimantan dinilai menarik bagi investor China maupun Rusia.

Rencana pengembangan jaringan kereta tersebut sejalan dengan arahan Prabowo yang sebelumnya menyatakan ingin mengembangkan Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan. Menurut Prabowo, kereta api memiliki fungsi tidak hanya sebagai transportasi penumpang, tetapi juga sebagai sarana logistik yang dapat mendukung aktivitas ekonomi.

(del/ins)