Rotary Club Millenium Resmikan Rice Mill, Dukung Kesejahteraan Petani

Rotary Club | CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 16:15 WIB
Rotary Club
(Foto: dok Rotary Club)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rotary Club Jakarta Millennium District 3410 meresmikan fasilitas pengolahan gabah terpadu (rice mill) yang dilengkapi mesin pengering (dryer) dan penggilingan modern di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (13/8).

Proyek hilirisasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara Rotary Club Jakarta Millennium District 3410, Huaqiao Foundation Hong Kong, dan Taiwan District 3501, dengan dukungan dari pihak swasta, ChemStation Asia.

Kehadiran rice mill modern tersebut diharapkan memberi banyak manfaat bagi petani Desa Ujung Gagak. Proses pengeringan gabah kini dapat berlangsung stabil tanpa terkendala cuaca, sehingga kadar air gabah dapat memenuhi standar mutu Bulog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fasilitas ini juga menghasilkan beras yang lebih putih dan utuh, sehingga nilai jualnya ikut meningkat. Pada akhirnya, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada cuaca, dan dapat terlepas dari rantai pasok yang selama ini merugikan.

Peresmian fasilitas ini menjadi babak baru dari transformasi panjang Kampung Laut, kawasan yang dulunya dikenal sebagai rawa tidak produktif dan sarang malaria.

Dalam kurun waktu 11 tahun, kawasan ini berhasil disulap menjadi lahan pertanian produktif seluas 7.000 hektare, dengan hasil panen mencapai 84.000 ton per tahun dan nilai ekonomi kumulatif mencapai Rp9,2 triliun.

Perubahan bermula pada 2013, ketika Past District Governor Rotary District 3410, Eva Kurniaty, meninjau langsung kondisi lapangan.

Saat itu, akses menuju lokasi memerlukan perjalanan laut selama tiga jam dari Cilacap menggunakan perahu, dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus rawa-rawa.

Dari sana, muncul gagasan teknis untuk membangun saluran dan pintu air sistematis, guna mengalirkan endapan lumpur kaya sedimen dari hulu ke lahan tidur, sehingga rawa tandus perlahan berubah menjadi hamparan sawah subur.

"Mulai 2013 sampai 2025, kami menciptakan lima proyek pendanaan Rotary International untuk mentransformasi rawa menjadi lahan produktif. Masyarakat kini bisa menanam padi, sayur, dan buah-buahan. Kalkulasi kami mencatatkan nilai ekonomi hingga Rp9,2 triliun. Lebih dari 2.000 keluarga kini telah sejahtera," ujar Eva.

Setelah pengolahan lahan berhasil, datang masalah pascapanen yang mengancam stabilitas harga jual petani. Tanpa alat pengering, petani sangat bergantung pada cuaca.

Ketika hujan turun, kualitas gabah menurun drastis dan membuat harga beras merosot di tingkat tengkulak. Persoalan inilah yang kemudian dijawab lewat peresmian rice mill modern ini.

Director Rotary International, Jennifer Scott, mengaku terkesan melihat transformasi kawasan yang dulunya rawa sumber malaria kini menjadi hamparan hijau yang produktif.

"Ketika saya melintas di sini dan melihat hamparan hijau yang menakjubkan ini, dari yang dulu rawa sumber malaria, kini telah mengubah wajah tanah ini. Saya menyaksikan keluarga dan komunitas yang bertransformasi. Saat melihat anak-anak sehat berlari dan mengenakan seragam sekolah, Anda tahu mereka kini punya masa depan," kata Jennifer.

Bagi warga Desa Ujung Gagak, hadirnya rice mill ini menjadi penyempurna perjuangan yang dijalani selama lebih dari 10 tahun. Selain memperkokoh ketahanan pangan, petani juga punya kepastian harga jual di pasar regional.

Ketua Kelompok Tani Desa Ujung Gagak, Dedi Kusnaedi, mengakui perubahan besar yang dirasakan warganya sejak program ini hadir.

"Dulu lahan kami lahan tidur. Kehadiran program ini menjadi malaikat penolong bagi kami. Sekarang dari hulu sampai hilir sudah berjalan sempurna. Gabah kami kering sesuai standar, beras putih, kualitas bagus, dan otomatis harganya naik," ujar Dedi.

President Rotary Club Jakarta Millennium, Sulaiman Subagya, bersama Managing Director ChemStation Asia, Dato Andrew Ng, menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program penunjang ekonomi masyarakat Kampung Laut, sebagai kisah sukses transformasi desa terpencil berbasis kolaborasi global.

(rea/rir)
placeholder