Kemenperin Respons soal Wacana Subsidi Motor Listrik Turun ke Rp3 Juta
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons rencana penurunan subsidi pembelian motor listrik dari sebelumnya Rp5 juta menjadi Rp3 juta per unit.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan pihaknya mengikuti keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait besaran subsidi motor listrik tersebut.
"Pokoknya kan sudah, begitu aja. Pak Purbaya bilang sudah ya berarti sudah," ujar Faisol di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Faisol mengatakan pemerintah masih menunggu kepastian terkait kuota penerima subsidi motor listrik.
Saat ditanya apakah penurunan besaran subsidi akan diikuti dengan penambahan kuota penerima, Faisol memberi sinyal bahwa kemungkinan tersebut terbuka.
"Ya mudah-mudahan, kayaknya begitu sih (kuota penerima bertambah)," ujarnya.
Faisol mengatakan asosiasi industri sebelumnya telah mengusulkan agar kuota subsidi motor listrik ditambah. Namun, pemerintah masih akan membahas usulan tersebut.
Ia juga menyebut Purbaya dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk membahas sejumlah hal, termasuk subsidi motor listrik.
"Pak Purbaya kabarnya mau ketemu Pak Menteri AGK juga, jadi kita tunggu aja. Salah satunya itu (bahas subsidi motor listrik)," tutur Faisol.
Faisol belum dapat memastikan jumlah kuota subsidi motor listrik yang akan ditetapkan pemerintah. Ia meminta masyarakat menunggu keputusan resmi.
Terkait waktu pelaksanaan, Faisol mengatakan implementasi subsidi akan mengikuti rencana yang sebelumnya disampaikan Purbaya, yakni mulai September 2026.
"Kalau Pak Purbaya ngomong gitu (September) ya kira-kira gitu," sebutnya.
Purbaya sebelumnya mengatakan pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp3 juta untuk setiap pembelian motor listrik yang diproduksi di dalam negeri.
Program tersebut ditargetkan mencakup 1 juta unit motor listrik dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3 triliun.
"Itu programnya sama. Jadi 1 juta itu pasti nggak habis tahun ini kan kalau kita lihat. Kalau nggak salah masing-masing Rp3 juta. (Anggarannya) Rp3 triliun," ujar Purbaya di Jakarta, Kamis (20/8).
(lau/sfr)