Pertamina Genjot Ekspansi Panas Bumi Nasional di Ajang IIGCE 2026

Pertamina | CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 22:01 WIB
Foto: Arsip Pertamina
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan energi bersih, salah satunya panas bumi.

Komitmen tersebut diwujudkan Pertamina Group melalui pengembangan proyek baru, perluasan eksplorasi, hingga optimalisasi aset panas bumi yang telah beroperasi.

Pemerintah sendiri menempatkan panas bumi sebagai salah satu sumber energi strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya pada gelaran The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah mencari berbagai terobosan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Langkah tersebut dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika harga energi global.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri bersama jajaran turut menghadiri IIGCE 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan panas bumi.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi Pertamina menjalankan bisnis energi berkelanjutan dengan tetap menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, keterjangkauan energi, dan keberlanjutan lingkungan.

"Pertamina terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dan berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi geothermal untuk mendukung ketahanan energi nasional," jelas Simon dalam keterangan tertulis Kamis (21/8).

Dalam ajang IIGCE 2026, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani sejumlah kesepakatan strategis sekaligus menerima penugasan eksplorasi panas bumi baru dari pemerintah.

Salah satunya adalah penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pembangkit panas bumi yang telah beroperasi.

"Kami menyambut penandatanganan LOI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara," ujarnya.

Dia yakin, tambahan unit yang dikembangkan bersama PLN IP ini akan menyediakan suplai listrik yang bersih dan andal untuk semakin banyak rumah tangga yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

"Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menyediakan energi yang memberdayakan masyarakat," jelas Ahmad Yani.

Pada kesempatan yang sama, PGE menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat.

Penugasan tersebut menjadi langkah baru bagi PGE untuk memperluas portofolio pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung target transisi energi pemerintah.

Menurutnya, tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional.

"Dengan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat," tambah Achmad Yani.

Momentum IIGCE 2026 juga dimanfaatkan Pertamina melalui PGE untuk meluncurkan buku bertajuk Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia.

Buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ahmad Yani kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari peringatan satu abad perjalanan panas bumi Indonesia.

Buku itu mengulas sejarah perkembangan panas bumi nasional yang bermula dari sumur KMJ-3 di Kamojang pada 1926. Sumur tersebut secara konsisten menghasilkan uap kering dan menjadi salah satu tonggak awal perkembangan industri panas bumi di Indonesia.

Perjalanan panjang industri panas bumi nasional, dinamika pengembangannya, hingga peluang panas bumi sebagai sumber energi masa depan Indonesia kemudian didokumentasikan melalui buku tersebut.

Berbagai langkah yang dilakukan Pertamina Group menunjukkan upaya memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional. Pengembangan proyek, eksplorasi wilayah baru, optimalisasi aset, hingga dokumentasi sejarah industri menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung transisi energi sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK