BPS Jelaskan Arti Desil dalam DTSEN: Bukan Penentu Mutlak Kemiskinan

CNN Indonesia
Sabtu, 22 Agu 2026 13:21 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti
BPS menjelaskan desil dalam DTSEN merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan maupun kekayaan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan desil menunjukkan posisi suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," ujar Amalia dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam DTSEN, keluarga dibagi menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

BPS menegaskan penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan. Pemeringkatan turut mempertimbangkan kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga disabilitas.

Berbagai karakteristik tersebut dihitung secara bersama-sama menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Karena itu, satu indikator saja tidak otomatis menentukan posisi desil sebuah keluarga.

"Desil bukan ukuran absolut kemiskinan maupun ukuran nominal pendapatan atau kekayaan suatu keluarga," tulis BPS.

BPS juga menegaskan desil bukan daftar penerima bantuan. Data tersebut digunakan kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran atau prioritas program sesuai tujuan dan ketentuan masing-masing.

Posisi desil dapat berubah mengikuti perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain. Namun, perubahan satu indikator tidak otomatis mengubah desil karena seluruh karakteristik tetap diperhitungkan secara bersama-sama.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.

Masyarakat yang menemukan data diri atau keluarganya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan melalui kanal resmi, termasuk Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, dan Cek DTSEN.

"Partisipasi masyarakat dalam memastikan informasi diri dan keluarganya sesuai kondisi sebenarnya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut," ujar Amalia.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)