PU Buka Akses Pulau Palue di NTT, Perkuat Sanitasi Posko Pengungsi
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akses jalan utama di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT kembali terbuka setelah seluruh titik longsor usai gempa ditangani.
Pada Sabtu (22/8) pagi, Kementerian PU menyelesaikan penanganan 10 titik longsor di Ruas Jalan Krica-Nitung sepanjang 10,5 kilometer. Sementara tiga titik longsor di Ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer juga telah ditangani melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas karena jalan merupakan jalur penting bagi mobilitas warga sekaligus distribusi bantuan dan kebutuhan dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," kata Dody dalam keteranganya.
Untuk mempercepat penanganan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT memobilisasi dua excavator dan satu kendaraan pikap dari Pelabuhan Maumere menuju Pulau Palue untuk membersihkan material longsoran.
Kebutuhan air minum
Selain pemulihan akses, Kementerian PU juga memperkuat pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak gempa yang masih berada di pengungsian.
Dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, yakni Posko Golo Conggo dengan 1.111 pengungsi dan Posko Barangkolong dengan 1.512 pengungsi. Pelayanan air minum di kedua lokasi didukung lima unit unit pengolahan air (HU) berkapasitas masing-masing 1.000 liter dari Pertamina dan Brimob.
Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga mobil tangki air milik PDAM Komodo dengan sumber dari SPAM IKK Reok.
Kementerian PU saat ini memobilisasi tambahan peralatan dari Lombok menuju Reok, terdiri atas empat mobil tangki air, satu mobil vakum, dan satu dump truck.
(asa)