REKOMENDASI SAHAM

Deret Saham Ciamik yang Bisa Dilirik Pekan Ini

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 06:43 WIB
IHSG masih berpeluang menguat dalam sepekan ke depan. Investor dapat mencermati beberapa saham berpeluang cuan, mulai dari perbankan hingga telco.(Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24,10 poin atau naik 0,37 persen di level 6.525 pada Jumat (21/8) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp17,47 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 59,12 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat selama tiga hari. Sementara di satu hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks pun tercatat menguat 3,55 persen sepanjang pekan kemarin.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 18 sampai dengan 21 Agustus 2026 perdagangan saham ditutup positif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 1,83 persen dari Rp11.243 triliun menjadi Rp11.449 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 47,90 persen dari 34,01 miliar menjadi 50,30 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan 2,36 persen dari Rp15,21 triliun menjadi Rp15,57 triliun.

Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 5,52 persen dari 2,09 juta kali transaksi menjadi 2,21 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp974,58 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp70,64 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (21/8).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham akan bergerak cenderung menguat terbatas pada perdagangan hari ini. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang support 6.450 dan resistance 6.620.

Oktavianus mengatakan pergerakan pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik. Dari eksternal, salah satunya adalah potensi berlanjutnya pelemahan dolar AS seiring dengan rencana buyback bonds oleh pemerintah AS.

"Pasar akan dipengaruhi sentimen berikut: potensi berlanjutnya pelemahan dolar AS seiring dengan buyback bonds plan oleh US yang mendorong kenaikan pada harga emas seiring dengan lemahnya intervensi terhadap yield US Treasury, khususnya tenor panjang," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (23/8).

Pelemahan dolar AS tersebut berpotensi mendorong investor mengalihkan dana dari aset berbasis dolar ke aset safe haven, seperti emas dan perak. Kondisi ini dinilai dapat berdampak positif terhadap emiten produsen emas dalam negeri karena berpotensi mendorong kenaikan harga jual acuan.

Selain itu, harga minyak mentah juga masih terus menguat seiring dengan ketegangan geopolitik yang tinggi di Timur Tengah. Kondisi tersebut ditambah keputusan Uni Emirat Arab (UAE) memutus hubungan ekonomi dengan Iran.

"Hal ini berdampak pada kekhawatiran inflasi yang akan kembali meningkat," ujarnya.

Dari dalam negeri, pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi sentimen yang diperhatikan pasar. Rupiah bergerak di level Rp17.647 per dolar AS.

Menurut Oktavianus, kondisi tersebut dapat mendorong stabilitas sekaligus membuka peluang peralihan aliran dana (fund flow) ke pasar negara berkembang (emerging market) setelah sebelumnya pasar mendapat tekanan dari pergerakan obligasi di AS.

"Selain itu, dari dalam negeri juga berdampak pada penguatan nilai rupiah yang bergerak di level Rp17.647 per dolar AS. Sehingga hal ini mendorong stabilitas dan peralihan fund ke emerging market pasca tekanan bonds yang terjadi di AS," tutur Oktavianus.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Antam (Persero) Tbk atau ANTM yang ditutup menguat 0,96 persen ke posisi 3.170 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ANTM dapat menyentuh level 3.370 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT yang ditutup menguat 4,73 persen ke posisi 1.440 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AMRT dapat menyentuh level 1.560 pada pekan ini.

Ketiga, saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang ditutup menguat 0,78 persen ke posisi 6.450 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BBCA dapat menyentuh level 6.750 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dalam sepekan ke depan. IHSG diproyeksikan bergerak dengan level support 6.373 dan resistance 6.628.

Secara teknikal, Herditya mengatakan pergerakan IHSG akan tetap memiliki ruang penguatan dalam sepekan ke depan. Sementara itu, sejumlah sentimen global dan domestik akan menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pasar.

"Untuk sentimen diperkirakan akan dipengaruhi oleh investor akan mencermati adanya Jackson Hole Symposium yang akan memberikan arah kebijakan The Fed ke depannya," kata Herditya.

Jackson Hole Symposium menjadi salah satu perhatian utama karena agenda tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral The Fed ke depan.

Selain itu, investor akan mencermati rebalancing indeks MSCI pada Agustus 2026 yang dijadwalkan efektif pada awal September mendatang. Perubahan dalam indeks tersebut dapat menjadi sentimen bagi pergerakan saham-saham yang masuk maupun keluar dari indeks.

Dari sisi komoditas, harga emas dan minyak mentah dunia juga masih berpeluang menguat. Pergerakan kedua komoditas tersebut turut menjadi sentimen yang akan dicermati investor dalam sepekan ke depan.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Fore Kopi Indonesia Tbk atau FORE yang ditutup menguat 1,84 persen ke level 830 pada pekan lalu. Ia memproyeksi FORE dapat menyentuh level 915 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA yang ditutup di level 565 pada pekan lalu. Ia memproyeksi MBMA dapat menyentuh level 660 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM yang ditutup di level 2.610 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan TLKM dapat menyentuh level 2.840 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK