Prabowo Resmi Luncurkan PLTS Berkapasitas 100 GWp di Bali

CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 15:43 WIB
Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, 25 Agustus 2026
Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Kabupaten Jembrana, Bali, 25 Agustus 2026. (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp, Kab. Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Prabowo mengatakan proyek nasional PLTS dengan kapasitas toal 100 GWp itu nantinya diawali dari 14 PLTS di sejumlah provinsi, termasuk Bali.

"Selasa 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 100 GWp diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 GWp," kata Prabowo saat peresmian yang disiarkan daring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan proyek tersebut sangat penting untuk mencapai target swasembada energi Indonesia.

Ia menargetkan 100 GWp ini dapat rampung dalam waktu tiga tahun. Bahkan, dia berharap lebih cepat, yakni dalam tempo dua tahun saja.

Pada Selasa (25/8), Prabowo menghadiri launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Saat menginformasikan agenda Prabowo menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali di Jembrana, Menseneg Prasetyo Hadi mengatakan itu bagian Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

Program tersebut, katanya, untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun," ucap Pras dalam keterangannya.

Pras menyampaikan pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Pras juga menjelaskan program ini akan dibangun secara bertahap yakni, Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp.

"Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan green jobs," ujarnya.

(mnf/kid)
placeholder