Purbaya Siap Cairkan Berapa Pun Anggaran Karhutla: Asal Tak di Mark-up

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 18:13 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).
Purbaya siap mengalokasikan berapapun anggaran yang dibutuhkan BNPB untuk penanganan bencana, termasuk untuk mengatasi karhutla di Kalimantan. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tidak melakukan penggelembungan dana atau mark up ketika hendak mengajukan anggaran tambahan untuk penanganan bencana.

Purbaya mengaku siap mengalokasikan berapapun anggaran yang dibutuhkan BNPB untuk penanganan bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan.

"Iya (bebas berapapun anggaran yang bisa diajukan akan dicairkan) asal jangan di-mark up," ujar Purbaya ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menjelaskan urusan anggaran untuk penanganan bencana memiliki pendekatan yang berbeda dibanding belanja biasa.

"Kalau untuk bencana kan approach-nya beda dengan untuk belanja biasa. Bencana kan menyangkut hajat hidup orang banyak, mengancam kehidupan mereka. Jadi, kita akan beda approach-nya dengan program-program yang lain," ujar Purbaya.

Purbaya menjelaskan saat ini BNPB sebenarnya sudah mengantongi alokasi anggaran sebesar Rp5 triliun. Namun, tambahan dana dipastikan akan terus dikucurkan apabila dibutuhkan penambahan untuk operasional pemadaman di lapangan.

"Kita uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa. Kita sediakan (anggarannya). Mereka kan punya Rp5 triliun. Kalau kurang ya kita tambah nanti," ujar Purbaya.

Selain BNPB, Purbaya mengungkapkan ada Kementerian Kehutanan yang telah meminta tambahan anggaran untuk penanganan karhutla dan sudah dicairkan sebagian.

Khusus untuk BNPB, Purbaya menyebutkan lembaga tersebut hingga saat ini belum mengajukan tambahan biaya. Oleh karena itu, ia belum bisa menyebutkan angka pasti terkait besaran biaya tambahan yang akan dikucurkan karena masih menunggu penghitungan dan pengajuan resmi dari pihak BNPB.

"BNPB belum ngasih biaya total. Ya, kita enggak tahu berapanya. Kan ini masih terjadi kan (karhutla). Ia akan assess ulang. Hitungan saya sih enggak akan sebesar di Aceh karena Aceh kan masif sekali," ujar Purbaya.

Saat ini, karhutla tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Selain itu, Jambi, Riau, Sumatra Utara, dan Papua Tengah juga dilanda karhutla.

Kalimantan Timur menjadi salah satu yang daerah dengan karhutla terparah. Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kaltim, hingga pekan lalu tercatat 430 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 1.260,92 hektare. Sebagian besar lahan tersebut milik perusahaan.

Secara rinci dari total luas terdampak sebanyak 1.197,32 hektare merupakan lahan, 32,84 merupakan hutan, dan kebun 30,71 hektare.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)