Bos Bank Mandiri Minta Maaf soal Pemblokiran Rekening Botok Pati

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 19:13 WIB
PT Bank Mandiri (Persero) TBK mengumumkan bakal segera memulihkan kembali rekening milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok. Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Riduan dalam jumpa pers bersa
(Foto: CNN Indonesia/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT ∫ (Persero) Tbk Riduan menyampaikan permintaan maaf terkait pemblokiran rekening milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok.

Riduan meminta maaf apabila pemblokiran rekening Botok sebelumnya tidak berkenan, serta menegaskan Bank Mandiri selalu memegang kepercayaan nasabah.

"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan," kata Riduan dalam jumpa pers bersama Komisi III DPR RI dan Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, Rabu (26/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riduan memastikan pihaknya bakal segera memulihkan kembali rekening milik Botok.

Ia menyebut pengaktifan kembali rekening Botok dilakukan sesuai arahan dan permintaan Komisi III dan jajaran Polda Metro Jaya.

"Kami akan menindaklanjuti apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," ungkapnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokahman mendesak agar pembukaan rekening tersebut bisa dilakukan hari ini. Terlebih, ia mendengar dana di rekening tersebut akan digunakan untuk kebutuhan logistik aksi unjuk rasa besok, Kamis (27/8).

"Pokoknya segera, maksudnya kalau bisa hari ini, hari ini, ya," tegas Habiburokahman.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya akan terus bersikap profesional dan menerapkan asas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut. Pihaknya mengaku menghargai masukan dan pengawasan Komisi III DPR.

"Kami menghargai setiap masukan dan pengawasan dari pimpinan serta anggota Komisi III sebagai bagian penting dalam menjaga profesionalisme, kepastian hukum dan kepercayaan masyarakat," tutur Asep.

[Gambas:Video CNN]

(fln, thr/pta)