Harga Minyak Turun 4 Hari Beruntun, Pasar Tunggu Hasil Diplomasi Iran

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 10:14 WIB
Harga minyak dunia kembali melemah pada Kamis (27/8) didorong harapan perundingan Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz. (Foto: iStock/zorazhuang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (27/8), memperpanjang tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pelemahan terjadi di tengah harapan perundingan Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent turun 60 sen atau 0,7 persen menjadi US$87,24 per barel. Brent tercatat turun untuk hari keempat berturut-turut.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 56 sen atau 0,7 persen menjadi US$81,67 per barel. WTI telah melemah selama lima hari berturut-turut.

Seorang sumber senior Iran mengatakan pihaknya dan Oman tengah menyelesaikan detail kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan kedua negara telah menyepakati mekanisme pembagian akses terhadap jalur perairan tersebut serta pendapatan yang dihasilkan.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Sebelum perang AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari, jalur tersebut menjadi pintu bagi pengiriman minyak dan gas alam yang setara dengan sekitar seperlima konsumsi global kedua komoditas tersebut.

Namun, setelah Iran berupaya menutup jalur tersebut sebagai respons terhadap perang, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz merosot menjadi sekitar seperempat dari tingkat sebelum perang berdasarkan data pelacakan kapal.

"Minyak mentah sedikit melemah karena prospek pembukaan kembali Selat Hormuz membaik di tengah perundingan yang sedang berlangsung," kata Daniel Hynes, senior commodity strategist di ANZ.

Meski demikian, Hynes mengingatkan kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan minyak masih membayangi pasar.

Perdana Menteri Qatar dijadwalkan bertolak ke Iran pada Kamis untuk kembali menggelar perundingan diplomatik guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Amerika Serikat sendiri telah menghentikan serangannya terhadap Iran selama sekitar satu bulan dan kini berupaya meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi investor bahwa gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk dapat mereda.

(ldy/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK