Ekonom Ingatkan BI Jaga Independensi di Tengah Sinergi

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 04:15 WIB
Logo Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 22 April 2016. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menekankan pentingnya independensi Bank Indonesia meski sinergi dengan pemerintah diperkuat untuk stabilitas ekonomi. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan agar Bank Indonesia (BI) tetap menjaga independensi seiring penguatan sinergi dengan pemerintah.

Menurutnya, sinergi antara BI dan pemerintah tak membuat posisi bank sentral dalam kondisi subordinasi, atau berada di bawah pihak lain. 

"Saya tetap melihat bahwa Bu Destry tetap mengedepankan independensi dari Bank Indonesia. Artinya, sekalipun sinergi itu kan belum berarti harus subordinasi," ujar Josua saat ditemui di Kementerian Keuangan Jakarta Pusat, Rabu (26/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Josua, sinergi kebijakan antara BI dan pemerintah tetap dilakukan dalam posisi yang sejajar. Hal tersebut karena salah satu keunggulan BI adalah memiliki bauran kebijakan.

Dengan instrumen tersebut, BI dapat menjalankan kebijakan moneter sekaligus menggunakan kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, dan pendalaman pasar keuangan. Oleh karena itu, ia menilai kondisi tersebut membuat BI lebih fleksibel dalam merespons kondisi ekonomi.

"Di sinilah yang menjadi satu diferensiasi dari Bank Indonesia di mana bauran kebijakan ini membuat Bank Indonesia jadi bisa lebih lentur," katanya.

[Gambas:Youtube]

Lebih lanjut, Josua mengatakan fleksibilitas tersebut tetap perlu mempertimbangkan stabilitas rupiah. Ia pun menyoroti kondisi current account deficit yang menurutnya berada sekitar 3 persen dan menjadi yang terendah sejak 2018.

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada tahun depan masih perlu diperhatikan.

"Artinya BI pun juga ruang penurunan suku bunga BI pun juga di jangka pendek ini masih tetap terbatas," tutur Josua.

Josua berharap hasil fit and proper test Destry nantinya tetap menjaga independensi BI serta koordinasi dan sinergi dengan pemerintah dapat semakin diperkuat. Ia menyebut penguatan koordinasi tersebut dapat dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Harapannya independensi BI tetap dijaga. Kedua, tadi adalah koordinasi sinergi dengan pemerintah akan lebih diperkuat lagi, harapannya di dalam KSSK ini akan lebih mempertebal tadi lagi koordinasi kebijakan," terangnya.

Namun, Josua mengingatkan bahwa dukungan terhadap ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal dan moneter. Reformasi struktural di kementerian/lembaga (K/L) juga menjadi hal penting yang harus dijalankan.

Ia berharap dengan calon-calon Anggota Dewan Gubernur BI yang baru, koordinasi dalam KSSK dapat semakin baik.

Sebelumnya, Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memaparkan lima inisiatif strategis yang akan menjadi jurusnya dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Destry dalam Rapat Calon Gubernur Bank Indonesia bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8). Dalam paparannya, Destry mengusung tema "Bank Indonesia: Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia: Stabilitas, Tumbuh dan Berkelanjutan".

Destry mengatakan visinya adalah menjadikan BI sebagai lembaga yang tetap relevan dalam merespons tantangan serta kredibel dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"3 visi dan 5 strategi yang kami anggap penting untuk menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas untuk ntuk kesejahteraan rakyat Indonesia," ungkap Destry.

Destry menegaskan keberhasilan BI dalam menjalankan berbagai kebijakan tersebut tidak dapat dicapai sendiri. Menurutnya, diperlukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta menerjemahkan berbagai program nyata yang selaras dengan visi ASA CITA.

"Keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun Sinergi Merah Putih bersama para pemangku kepentingan," jelas Destry.

(fln/ins)