Respons Pertamina soal Pembatasan Waktu Beli Pertalite di Balikpapan

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 13:57 WIB
Warga mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU kawasan MT Haryono, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2023. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM jenis Pertamax dari Rp13.900 per liter menjadi Rp12.800. Penurunan harga berlaku mulai Selasa (3/1) pukul 14.00
PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal pengaturan waktu pembelian BBM bersubsidi di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh pemerintah setempat. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal pengaturan waktu pembelian BBM bersubsidi di Balikpapan, Kalimantan Timur, oleh pemerintah setempat.

Perseroan pun menyiapkan sejumlah langkah operasional menyusul pengaturan yang akan mulai berlaku pada 1 September 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan pengaturan dilakukan setelah melalui proses koordinasi pemerintah daerah dan perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengaturan ini merupakan bagian dari upaya bersama agar penyaluran BBM bersubsidi semakin tertib dan tepat sasaran. Kami mengharapkan dukungan masyarakat untuk mengikuti jadwal pelayanan dan arahan petugas di lapangan," ujar Edi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8).

Pertamina melakukan penyesuaian waktu pelayanan Pertalite di sejumlah SPBU, yakni M.T. Haryono, Sepinggan, dan Gunung Guntur.

Di SPBU M.T. Haryono dan Sepinggan, pelayanan kendaraan roda dua untuk Pertalite berlangsung pukul 06.00-22.00 WITA. Sementara kendaraan roda empat dilayani pukul 22.00-06.00 WITA.

Adapun SPBU Gunung Guntur melayani kendaraan roda empat pada pukul 08.00-22.00 WITA. Sementara SPBU lainnya yang tidak masuk dalam pengaturan khusus tetap beroperasi seperti biasa.

Pertamina menyebut pengaturan waktu pelayanan tersebut ditujukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan pada jam operasional warung, toko, dan pelaku UMKM di sekitar SPBU.

Untuk pelayanan Biosolar, SPBU Kilometer 13 dan Kilometer 15 akan beroperasi selama 24 jam dengan pengaturan berdasarkan jenis kendaraan, nomor polisi ganjil-genap, serta periode pengisian ulang selama 48 jam.

Sementara itu, Bus Bacitra dan Bus Antarmoda Balikpapan-IKN dilayani di SPBU Kariangau pada pukul 22.00-24.00 WITA.

Pertamina memastikan akan terus memperkuat pelayanan sekaligus memperluas titik penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite.

"Pertamina berkomitmen memastikan pelayanan BBM bersubsidi tetap berjalan lancar dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Melalui penguatan pelayanan dan perluasan titik penyaluran, kami berharap kepadatan kendaraan dapat terbagi sehingga pelayanan di SPBU semakin tertib dan nyaman," katanya.

Untuk memperluas akses Pertalite, Pertamina menyiapkan lima titik penyaluran tambahan yang diprioritaskan bagi kendaraan roda dua.

Kelima SPBU tersebut yakni SPBU 64.761.24 Teritip, SPBU 64.761.18 Batakan, SPBU 63.761.01 Grand City, SPBU 64.761.09 Gunung Bahagia, dan SPBU 64.761.05 Kebun Sayur.

Pertamina mengatakan penambahan titik tersebut diharapkan dapat mendekatkan akses Pertalite kepada masyarakat sekaligus membagi kepadatan antrean agar tidak terpusat di SPBU tertentu.

Selain itu,Pertamina juga memperkuat kesiapan operasional melalui penguatan stok, pengaturan pengiriman, penyiagaan mobil tangki cadangan, evaluasi pelayanan SPBU, hingga optimalisasi petugas pengatur antrean.

Koordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, BPH Migas, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU juga terus dilakukan.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan serta mengikuti jadwal dan arahan petugas di lapangan. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Pertamina Customer Solutions 135 yang beroperasi selama 24 jam.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta)