Rayuan Imbal Hasil Tinggi, BRI Ingatkan Soal Modus Penipuan Investasi
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk lebih cermat menyikapi berbagai penawaran investasi, terutama yang menawarkan imbal hasil tinggi.
Di tengah beragam pilihan investasi saat ini, pemahaman mengenai karakteristik produk, risiko, serta pihak yang menawarkan menjadi hal penting sebelum penempatan dana.
Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, peningkatan minat masyarakat terhadap investasi merupakan perkembangan yang positif. Menurutnya, informasi yang memadai menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat mempertimbangkan pilihan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risikonya.
"Imbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut. Dengan informasi yang utuh, keputusan investasi dapat diambil dengan lebih bijak," ujar Dhanny.
Hal lain yang juga perlu dicermati adalah penawaran yang menjanjikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat dengan tingkat keuntungan yang tidak wajar, terutama apabila informasi mengenai produk dan pihak yang menawarkan tidak disampaikan secara jelas.
BRI mengingatkan, legalitas pihak yang menawarkan dan pihak yang berwenang mengawasi produk juga perlu dipahami sebelum penempatan dana diputuskan.
Penggunaan nama, logo, atau identitas perusahaan maupun institusi tertentu juga tidak serta-merta menunjukkan adanya hubungan resmi dengan pihak yang menawarkan investasi.
"BRI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menawarkan imbal hasil tinggi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak," tutur Dhanny.
Jika menerima penawaran investasi dari oknum yang menjanjikan imbal hasil atau bunga tinggi dan tidak wajar, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru melakukan transfer maupun memberikan data pribadi dan informasi perbankan.
Hal utama yang harus dilakukan adalah memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan, mengkonfirmasi informasi mengenai produk melalui kanal resmi perusahaan atau lembaga terkait, serta mengecek otoritas yang berwenang mengawasi produk tersebut.
Ketika mendapati indikasi penipuan atau penyalahgunaan nama dan identitas BRI, simpan bukti komunikasi dan transaksi, serta segera laporkan melalui kanal resmi BRI dan kepada pihak berwenang.
Informasi mengenai produk dan layanan BRI bisa diperoleh lewat kanal-kanal resmi, antara lain situs bri.co.id, Instagram @bankbri_id, X @BANKBRI_ID, @kontakBRI, dan @promo_BRI, TikTok @bankbri_id, Facebook dan YouTube BANK BRI, serta Contact BRI 1500017. Masyarakat juga dapat menghubungi Asisten Virtual BRI Sabrina melalui WhatsApp di 0812-1214-017.
(rea/rir)