EDUKASI KEUANGAN

Gaji Cuma Rp8 Juta, Apakah Mustahil Beli Rumah?

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 09:00 WIB
Pejalan kaki menyeberang di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018. Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2018 sebesar 5,15 persen. Angka ini lebih rendah dari proyeksi Bank Sentral sebelumnya yang sebesar 5,2 perse
Dengan gaji Rp8 juta, membeli rumah di Jakarta masih mungkin. Pertimbangkan biaya sewa, cicilan KPR dan lokasi untuk keputusan yang bijak. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).

Kapan Lebih Baik KPR?

Mike menilai KPR dapat menjadi pilihan jika calon pembeli sudah memiliki dana DP dan dana darurat. Ia membandingkannya dengan biaya sewa yang terus keluar setiap bulan tanpa menghasilkan kepemilikan aset.

Sebagai ilustrasi, jika biaya sewa Rp20 juta per tahun, dalam lima tahun pengeluaran mencapai Rp100 juta. Jika dana tersebut dialokasikan untuk DP dan cicilan KPR, dalam periode yang sama pemilik setidaknya sudah memiliki aset rumah meski cicilannya belum lunas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ia mengingatkan bahwa KPR tetap harus disesuaikan dengan kemampuan membayar.

Untuk gaji Rp8 juta, Mike menggunakan batas cicilan maksimal 30 persen atau sekitar Rp2,4 juta per bulan. Sementara DP ideal berada di kisaran 10-20 persen dari harga rumah.

Ia juga menyarankan target mengumpulkan DP tidak lebih dari dua tahun. Untuk gaji Rp8 juta, misalnya, 30 persen penghasilan atau Rp2,4 juta dapat langsung disisihkan setiap bulan.

Jika dilakukan selama 24 bulan, tabungan pokok mencapai Rp57,6 juta. Jumlah tersebut dapat ditambah 50-100 persen THR atau bonus tahunan sehingga menurut perhitungannya bisa mencapai sekitar Rp70 juta-Rp80 juta dalam dua tahun.

Dana tersebut juga perlu memperhitungkan biaya lain di luar DP, seperti booking fee, BPHTB, asuransi, notaris, dan biaya pengikatan kredit di bank.

Pilihan Rumah untuk Gaji Rp8 Juta

Untuk Jakarta, Mike menilai rumah tapak cukup sulit dijangkau dengan batas cicilan Rp2,4 juta. Salah satu alternatifnya adalah rumah susun bersubsidi atau rusunami.

Sementara bagi yang mengincar rumah tapak, kawasan Bodetabek lebih realistis. Ia mencontohkan rumah subsidi melalui skema FLPP dengan harga sekitar Rp180 juta.

Dengan ilustrasi DP 1 persen atau sekitar Rp1,8 juta dan asumsi cicilan sekitar Rp1,18 juta per bulan untuk tenor 20 tahun, cicilan tersebut berada di sekitar 15 persen dari gaji Rp8 juta.

Selain rumah subsidi, tersedia pula opsi rumah komersial di kisaran Rp300 juta-Rp350 juta. Dengan DP 10 persen atau sekitar Rp30 juta-Rp35 juta. Cicilan diperkirakan berkisar Rp2 juta-Rp2,4 juta per bulan untuk tenor 15-20 tahun, tergantung skema bunga dan bank.

Untuk lokasi, Mike menyebut kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi, terutama yang masih memiliki akses transportasi publik seperti KRL, sebagai area yang dapat dipertimbangkan.

"Kalau saya lihat kuncinya berarti lokasi, lokasi di Bodetabek yang terintegrasi yang dekat dengan transportasi publik sehingga produktivitas kerja tetap terjaga ya budget juga tetap terjaga jadi memiliki rumah impian tercapai dan kita tetap bisa menghemat biaya transportasinya," pungkasnya.

Dengan demikian, gaji Rp8 juta bukan penghalang mutlak untuk membeli rumah. Kuncinya bukan memaksakan rumah impian sejak awal, melainkan menyesuaikan harga, lokasi, DP, cicilan, dan biaya hidup dengan kemampuan finansial.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

HALAMAN:
1 2