Penerbangan Jakarta-Pontianak, Palembang-Jambi Terganggu Karhutla
Jakarta Air Traffic Service Control (JATSC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat terdapat lima penerbangan menuju Palembang, Jambi, dan Pontianak mengalami gangguan karena asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kota Pontianak dan Jambi diselimuti asap tebal karhutla dalam beberapa pekan terakhir. Jarang pandang menjadi terbatas di wilayah tersebut.
Sebagai informasi, JATSC Bandara Soekarno-Hatta melingkupi wilayah Indonesia region Barat, mulai dari Sumatra, sebagian wilayah Jawa, dan beberapa wilayah di Kalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada 5 gangguan, satu RTB (return to base) menuju Pontianak kembali ke Jakarta, kemudian yang dari Palembang kembali ke Jambi, dan sebaliknya dari Jambi divert ke Batam," ujar Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi JATSC, Raden Triaswanto, Sabtu (29/8).
Triaswanto mengatakan sempat terjadi warning visibility di beberapa bandara, seperti terdapat return to base (RTB) pada pesawat menuju Pontianak yang kembali ke Jakarta, selain itu terjadi diverted flight pesawat menuju Jambi mendarat di Batam.
"Kondisi visibility penerbangan di wilayah Jakarta mencapai 7.000-8.000 meter yang masih tergolong aman, sementara visibility di wilayah terdampak sekitar 1.000 meter di wilayah Palembang, Jambi, dan Pontianak," kata Triaswanto.
Triaswanto menyebut pihaknya terus memantau data visibility di setiap bandara untuk kelayakan Notam terkait aktivitas penerbangan hingga pendaratan.
"Dikeluarkan warning seperti pemberitahuan kepada teman-teman airline bahwa visibility di area tersebut sempat ada yang kurang diperbolehkan. Nantinya untuk pengeluaran Notam layak atau tidak pendaratan atau penerbangan," ujarnya.
Triaswanto menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kondisi visibility akibat asap tebal karhutla, agar tidak berdampak pada dunia penerbangan, sehingga tidak menggunakan kenyamanan dan keselamatan penumpang.
(dod/fra)
