Trump Pakai Minyak Venezuela Isi Cadangan Strategis AS yang Menipis

tim | CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 10:37 WIB
Trump mengatakan bakal mengisi cadangan minyak strategis AS memakai minyak dari Venezuela. Cadangan minyak AS mendekati level terendah dalam 44 tahun. (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bakal mengisi kembali cadangan minyak strategis AS atau Strategic Petroleum Reserve (SPR) memakai minyak dari Venezuela.

Pengisian minyak Venezuela itu berdasarkan kesepakatan terbaru kedua negara. Trump mengatakan proses pengisian kembali cadangan minyak tersebut akan segera dimulai. Ia menyebut minyak Venezuela sebagai hadiah untuk rakyat Amerika.

"Proses pengisian kembali akan segera dimulai," ujar Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social, Minggu (30/8).

Berdasarkan data per 21 Agustus, cadangan minyak strategis AS berada di kisaran 290 juta barel. Jumlah tersebut mendekati level terendah dalam 44 tahun terakhir.

Reuters melaporkan cadangan minyak strategis AS telah terkuras cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir setelah pemerintah AS melakukan pelepasan stok untuk merespons berbagai gangguan pasokan global dan kenaikan harga bahan bakar.

Dengan kondisi tersebut, rencana Trump menggunakan minyak Venezuela menjadi bagian dari upaya AS untuk kembali memperkuat cadangan strategisnya.

Sebelumnya, Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan kesepakatan minyak yang dicapai dengan AS akan berlaku selama 25 tahun. Venezuela pun menargetkan produksi minyak harian melampaui 1,5 juta barel.

Rodriguez menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian 'bersejarah' yang diharapkan menjadi motor pemulihan ekonomi Venezuela. Pemerintah menargetkan produksi minyak nasional meningkat signifikan melalui kerja sama itu.

Ia juga menyatakan masih ingin memperluas kesepakatan serupa dengan sejumlah perusahaan energi besar dunia.

"Tujuan kami adalah melangkah lebih jauh dengan penandatanganan kesepakatan besar lainnya yang melibatkan perusahaan raksasa seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP. Kami ingin menjadi kekuatan energi," jelas Rodriguez, dilansir Anadolu Agency.

Ia menambahkan, secara konkret sekitar 19 dolar AS dari setiap barel yang diproduksi dan dijual akan langsung masuk ke kas negara.

Dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar AS per barel, Rodriguez memperkirakan negara itu bisa menghasilkan pendapatan hingga 209,335 miliar dolar AS dari proyek tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK