AS Ancam Putus Akses Bank Raksasa Mesir karena Dituding Bantu Iran

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 11:23 WIB
AS mengancam memutus akses cabang Banque Misr di Uni Emirat Arab (UEA) ke sistem keuangan global. Banque Misr merupakan bank terbesar kedua di Mesir. (Foto: REUTERS/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) mengancam akan memutus akses cabang Banque Misr di Uni Emirat Arab (UEA) ke sistem keuangan global. Banque Misr merupakan bank terbesar kedua di Mesir.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump menekan jaringan keuangan yang dinilai membantu Iran.

Mengutip Middle East Eye, Jumat (28/8), cabang Banque Misr di UEA nantinya tidak lagi dapat melakukan transaksi dalam dolar AS mulai 28 September 2026 jika rencana tersebut diberlakukan.

Kementerian Keuangan AS melalui Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) mengusulkan pencabutan akses Banque Misr UEA terhadap layanan perbankan koresponden di institusi keuangan AS.

"Kementerian Keuangan AS menilai Banque Misr UEA merupakan simpul penting bagi akses rezim Iran terhadap dolar AS," kata Departemen Keuangan AS dalam pernyataannya.

Rencana tersebut saat ini memasuki masa pemberitahuan selama 30 hari untuk menerima komentar publik. Dalam proses tersebut, pemerintah AS membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan dukungan maupun penolakan sebelum keputusan diterapkan.

Kementerian Keuangan AS juga meminta bank-bank di AS mengambil langkah yang diperlukan agar tidak memproses transaksi melalui rekening koresponden milik institusi perbankan asing apabila transaksi tersebut melibatkan Banque Misr UEA.

Langkah itu merupakan bagian dari operasi yang disebut pemerintahan Trump sebagai "Operation Economic Outcast", yang diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin.

Operasi tersebut ditujukan untuk mempersempit akses ekonomi Iran, terutama di tengah ketegangan terkait Selat Hormuz.

Selain Banque Misr, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap manajer cabang Dubai dari Bank Melli, Reza Mohammad Taeedi.

Kementerian Keuangan AS menuduh Bank Melli sebagai salah satu pusat keuangan penting bagi militer Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam Iran-Quds Force dan Kementerian Pertahanan serta Logistik Angkatan Bersenjata Iran. Kedua entitas tersebut telah masuk daftar sanksi AS.

"Bank Melli telah menjadi pusat keuangan penting bagi angkatan bersenjata Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam Iran-Quds Force dan Kementerian Pertahanan serta Logistik Angkatan Bersenjata, yang keduanya merupakan entitas yang dikenai sanksi AS," kata Kementerian Keuangan AS.

AS dalam pengumuman yang sama juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan berbasis Hong Kong, Kameng Trading Limited. AS menuding perusahaan tersebut digunakan oleh Pedram Pirouzan Exchange House atau Opal Exchange, perusahaan penukaran uang Iran yang telah dikenai sanksi, untuk mencuci uang bagi Iran.

Sementara itu, kebijakan AS terhadap jaringan keuangan Iran berpotensi meningkatkan ketegangan dengan China. Beijing diketahui merupakan negara tujuan utama ekspor energi Iran, serta memiliki hubungan erat dengan Teheran.

Ketika ditanya mengenai dampak sanksi tersebut terhadap hubungan AS-China, Bessent mengatakan Washington memilih pendekatan diplomasi secara tertutup.

"Kami menilai cara terbaik untuk berhubungan dengan berbagai negara adalah melalui diplomasi yang tenang, dan kami menyampaikan kepada setiap negara mengenai ekspektasi kami," ujar Bessent.

(lau/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK