Danantara Respons Rencana Merger Mitratel dengan Tower Bersama

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 13:52 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6
Danantara respons rencana merger Mitratel dengan Tower Bersama. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah kewenangan korporasi. (FOTO:ANTARA/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria merespons kabar merger antara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)dengan perusahaan swasta.

Anak usaha Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dikabarkan bakal digabungkan dengan perusahaan swasta PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Menurut dia, rencana penggabungan entitas bisnis itu sepenuhnya merupakan kewenangan aksi korporasi, bukan dari pemegang saham.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti saya cek karena itu kan aksi korporasi, bukan aksi pemegang saham. Kita mesti cek ke mereka apakah itu bagian daripada corporate strategy-nya mereka," ujarnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (31/8).

Dony menilai peluang merger antara entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan perusahaan swasta mungkin saja terjadi.

Syaratnya, langkah tersebut harus sejalan dengan peta jalan atau roadmap perampingan BUMN yang tengah digencarkan oleh Danantara.

[Gambas:Youtube]

"Mungkin aja kan (merger dengan swasta), enggak ada masalah selama kalau itu bagian dari roadmap," ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN itu menegaskan setiap perusahaan memiliki rencana kerjanya masing-masing.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar detail soal ini ditanyakan langsung kepada pihak Telkom selaku perusahaan induk.

"Coba ditanyakan ke Telkom ya, nanti bagaimana prosesnya kan mereka punya hierarkinya. Sampai saat saat ini kan masih di level mereka," ujar Dony.

Dihubungi terpisah, SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menjelaskan pihaknya secara berkala melakukan evaluasi terhadap berbagai opsi strategis dalam rangka mendukung pengembangan bisnis.

"Menanggapi pertanyaan terkait informasi yang beredar mengenai Mitratel, Telkom menyampaikan bahwa sebagai bagian dari Telkom Group, Mitratel secara berkala melakukan evaluasi terhadap berbagai opsi strategis dalam rangka mendukung pengembangan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang," ujar Ahmad dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com.

Terkait kabar mengenai merger ini, Ahmad mengatakan Perseroan belum dapat memberikan komentar lebih lanjut.

"Apabila terdapat informasi material yang perlu disampaikan kepada publik, Perseroan akan menyampaikannya melalui mekanisme keterbukaan informasi dan saluran resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.

(del/ins)