Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik Meski Kuota Diproyeksi Jebol

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 21:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan ke
Menteri ESDM Bahlil memastikan harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik hingga Desember 2026, meski konsumsi diperkirakan melebihi kuota. (FOTO:ANTARA/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi, Pertalite, tak akan naik hingga Desember 2026, meskipun pemerintah memperkirakan konsumsinya melebihi kuota tahun ini.

Potensi kenaikan ini disampaikan oleh Pertamina Patra Niaga. Sebab, realisasi konsumsi Pertalite per akhir Juli sudah mencapai 16,54 juta kiloliter dari kuota 28,69 juta kiloliter.

"Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan sampai dengan 2026 Desember, sambil kita melihat perkembangan global," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati, Bahlil mengatakan pemerintah masih menghitung besaran potensi kelebihan kuota Pertalite tahun ini. Ia menyebut kenaikan konsumsi BBM bersubsidi salah satunya dipicu oleh pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite.

"Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia, itu ada sebagian yang RON 92 atau teman rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90 sehingga terjadi kenaikan, tapi kenaikannya kita lagi menghitung," jelas Menteri ESDM.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi pemerintah akan menyerahkan penetapan harga kepada mekanisme pasar alias mengikuti harga minyak dunia.

"Tetapi kalau untuk harga BBM non-subsidi, kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada itu yang akan kita lakukan penyesuaian," tandas Bahlil.

[Gambas:Youtube]

(ldy/ins)