ANALISIS

Membedah Kriteria 700 BUMN yang Layak Jadi Sasaran Perampingan Prabowo

Lidya Julita Sembiring | CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 08:43 WIB
Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019. CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Nasib Pegawai: Dibiarkan Menumpuk atau PHK? (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Herry melihat sejumlah sektor telah menjalankan model konsolidasi tersebut, di antaranya melalui holding pariwisata InJourney dan pengelolaan bisnis kepelabuhanan oleh Pelindo. Konsolidasi juga tengah dikembangkan dalam sektor logistik.

Selain penggabungan usaha, menurut Herry, restrukturisasi BUMN dapat dilakukan melalui perubahan model bisnis. Ia mencontohkan Waskita Karya yang sebelumnya bergerak di bidang kontraktor.

Meski konsolidasi dapat meningkatkan efisiensi, Herry mengingatkan adanya risiko yang harus diperhatikan Danantara. Salah satunya adalah kondisi perusahaan yang menjadi penerima merger.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Danantara harus memperhatikan beban perusahaan yang menerima penggabungan, jangan sampai justru menjadi masalah di kemudian hari lantaran mesti menanggung liabilitas dari perusahaan yang bergabung," kata Herry.

Ia juga menekankan agar restrukturisasi benar-benar menghapus tumpang tindih bisnis antar-BUMN, contohnya sektor perkebunan. Menurutnya, holding perkebunan yang berada di bawah PTPN telah memiliki PalmCo, sementara masih terdapat BUMN serupa Agrinas Palma.

"Sebagai contoh, Holding Perkebunan (PTPN) sudah punya PalmCo, kemudian masih ada Agrinas Palma. Menurut saya, dua entitas ini sebaiknya digabungkan, seperti yang sudah terjadi di InJourney atau Pelindo agar terkonsolidasi, apalagi bisa menjadi ekosistem bisnis perkebunan yang kuat," ujarnya.

PR selanjutnya, bagaimana nasib pegawai di tengah perampingan BUMN?

Pengamat BUMN asal Universitas Indonesia Toto Pranoto menyebut konsolidasi BUMN tetap berpotensi membuat pengurangan tenaga kerja secara selektif.

Danantara sebelumnya telah menyatakan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, menurut Toto, proses konsolidasi tetap dapat membuat perusahaan melakukan seleksi terhadap pegawai yang akan dipertahankan.

Karena itu, ia mengingatkan pekerja BUMN untuk meningkatkan kinerja di tengah proses restrukturisasi.

"Danantara sudah nyatakan tidak ada PHK, tapi menurut saya konsolidasi BUMN itu tetap akan selektif, tidak akan ambil seluruh pegawai, terutama yang low performer. Jadi baiknya semua talenta BUMN harus tunjukkan the best performance," pungkasnya.

Pengamat BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan juga mamadang rasionalisasi BUMN juga membawa konsekuensi terhadap sumber daya manusia (SDM).

Herry menilai penggabungan sejumlah perusahaan berpotensi menyebabkan penumpukan pegawai, terutama pada level menengah dan bawah.

"Karena itu, Danantara sebaiknya membuat kebijakan moratorium atau hiring freeze dalam rekrutmen SDM terutama di level menengah dan bawah," tegasnya.

[Gambas:Youtube]

(pta)

HALAMAN:
1 2