Daftar Kementerian dan Lembaga Minta Tambah Anggaran untuk 2027

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 12:38 WIB
A teller counts Indonesian rupiah bank notes at a money changer in Jakarta, Indonesia, October 14, 2022. REUTERS/Willy Kurniawan
Sejumlah kementerian dan lembaga meminta tambahan anggaran untuk 2027 lantaran menilai pagu yang ditetapkan Menkeu dan Kepala Bappenas kurang. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kementerian dan lembaga meminta tambahan anggaran di DPR untuk 2027.

Pengajuan ini dilakukan lantaran pagu indikatif dari Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dinilai masih jauh di bawah usulan kebutuhan ideal masing-masing instansi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian dan lembaga apa saja yang mengajukan tambahan anggaran?

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kemendiksmen mengajukan tambahan anggaran Rp157,76 triliun. Anggaran ini antara lain difokuskan untuk merevitalisasi 100 ribu sekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan meningkatkan satuan biaya Program Indonesia Pintar (PIP).

Lalu, untuk perluasan bantuan biaya pendidikan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi ke jenjang S1 atau D4 dan membiayai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi terkait pendidikan dasar gratis. Saat ini, Kemendikdasmen baru mendapat pagu sebesar Rp61,10 triliun

Kejaksaan Agung

Kejaksaan Agung meminta tambahan Rp22,1 triliun guna menutupi kebutuhan Rp43,6 triliun. Saat ini, pagu Kejagung baru ditetapkan Rp21,5 triliun.

Dana tambahan dibutuhkan untuk menggaji 7.057 CPNS dan 1.609 PPPK baru, pemenuhan tunjangan pegawai di daerah 3T, operasional penyidikan terkait KUHP baru, hingga pemulihan aset.

Mahkamah Konstitusi

MK mengusulkan tambahan anggaran Rp67 miliar dari total pagu awal Rp360,8 miliar.

Detailnya, dana Rp45 miliar digunakan untuk bagi program penanganan perkara, sedangkan sisa Rp21,8 miliar digunakan untuk merenovasi gedung dan pengadaan ambulans baru.

Kementerian Sekretariat Negara

Kementerian Sekretariat Negara mengusulkan tambahan Rp6,62 triliun untuk mendukung fungsi pelayanan kepada presiden dan wakil presiden.

Dari usulan tambahan itu, Kemensetneg baru disetujui mendapat alokasi tambahan Rp2,8 miliar. Akibatnya, instansi tersebut masih kekurangan Rp6,62 triliun dari total pagu awal sebesar Rp2,67 triliun.

Kementerian Perdagangan

Kemendag yang telah mengantongi pagu sebesar Rp1,56 triliun kembali mengajukan tambahan sebesar Rp1,86 triliun. Usulan dana tambahan ini diprioritaskan untuk pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat, serta rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera dan Aceh.

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Kemenpora mengajukan total pagu anggaran sebesar Rp4,01 triliun. Rincian peruntukannya antara lain meliputi program prioritas Rp2,4 triliun, peningkatan prestasi olahraga Rp801,6 miliar, kesekretariatan Rp400 miliar, pelayanan kepemudaan Rp130 miliar, pembudayaan olahraga Rp102 miliar, serta industri olahraga Rp80 miliar.

Kementerian Ekonomi Kreatif

Kemenekraf hanya memperoleh pagu awal Rp428,6 miliar. Mereka meminta tambahan Rp1,73 triliun yang rencananya dialokasikan untuk program pengembangan ekonomi kreatif Rp983,9 miliar, belanja reguler Rp661,6 miliar, serta pemulihan pascabencana Sumatra senesar Rp88,4 miliar.

Kementerian Perindustrian

Kemenperin mendapat pagu awal yang tertahan di angka Rp2,01 triliun. Mereka mengusulkan tambahan Rp1,72 triliun guna memperkuat beberapa hal, di antaranya produktivitas, daya saing hilirisasi, penguatan industri IKM, dan pengembangan SDM industri.

Kementerian UMKM

Kementerian UMKM mendapat pagu indikatif Rp459,13 miliar dan meminta tambahan Rp1,52 triliun agar mencapai total Rp1,98 triliun. Anggaran tambahan difokuskan untuk penanganan bencana Sumatera Rp622,62 miliar, program prioritas nasional Rp524,59 miliar, dan kegiatan strategis Rp360,79 miliar.

Kementerian Pariwisata

Kemenpar memperoleh pagu indikatif sebesar Rp1,51 triliun. Mereka meminta tambahan anggaran agar bisa mendekati target pagu ideal di kisaran Rp3 triliun untuk memenuhi pos belanja operasional pegawai, barang, dan fungsi pendidikan.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)