Prabowo Panggil Hashim hingga Purbaya ke Hambalang, Ada Apa?
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat untuk membahas persoalan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Rapat terbatas tersebut membahas langkah pemerintah meningkatkan kualitas hunian sekaligus meringankan akses pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah.
"Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, untuk membahas langkah konkret meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan tempat tinggal masyarakat," demikian keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (1/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain persoalan kepemilikan rumah, pemerintah juga membahas penataan lingkungan permukiman. Menurut Teddy, rumah yang layak tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga lingkungan di sekitarnya.
"Karena rumah yang layak bukan hanya tentang bangunan. Tempat tinggal juga harus berada di lingkungan yang bersih, sehat, aman, nyaman, resik, dan indah," tulis Teddy.
Sejumlah pejabat tampak hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Turut terlihat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, serta CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Teddy juga menyebut pemerintah menjalankan pembenahan lingkungan permukiman melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Sejak 2025 hingga kini, program bedah rumah disebut telah menjangkau sekitar 400 ribu rumah. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan, mulai dari penyediaan dan perbaikan air bersih serta MCK, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kebersihan lingkungan.
"Sejalan dengan itu, melalui Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah terus mendorong pembenahan lingkungan permukiman secara menyeluruh," tulis Teddy.
Rapat tersebut juga membahas kebijakan untuk meringankan akses pembiayaan perumahan. Langkah itu diarahkan agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki hunian.
Teddy mengatakan pemerintah ingin mendorong hunian yang lebih layak sekaligus lingkungan permukiman yang lebih baik, dengan tetap memperhatikan karakter, budaya, dan kearifan lokal di setiap daerah.