Amran Bongkar Dugaan Monopoli di Balik Kenaikan Harga Pakan Ayam

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 05:45 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kiri) dan Dirut Pupuk Indonesia Holding Company Rahmad Pribadi (kanan) menyampaikan keterangan terkait capaian kinerja satu tahun Kementerian Pertanian di Ka
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ungkap dugaan monopoli pakan ayam yang dorong kenaikan harga. Pemerintah laporkan ke Satgas Pangan untuk ditindaklanjuti. (FOTO:ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan praktik monopoli yang disebut ikut mendorong kenaikan harga pakan ayam.

Temuan itu muncul setelah pemerintah merespons aksi protes peternak ayam di sejumlah daerah.

Amran mengatakan pemerintah menemukan dugaan adanya pihak yang menaikkan harga secara tidak wajar, termasuk biaya penurunan pakan dari kapal yang disebut meningkat hingga US$7 atau setara Rp124.166 (asumsi kurs Rp17.738) per ton. Pemerintah kemudian melaporkan persoalan tersebut kepada Satgas Pangan Polri untuk ditindaklanjuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang ada yang agak masalah kemarin, bahkan masalah pakan kenapa tiba-tiba naik? Dan demo peternak se-Indonesia, langsung kami terbang dari NTT ke Jawa Timur (melakukan) pertemuan, ternyata memang ada oknum menaikkan monopoli," kata Amran dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9).

Untuk menjaga harga pakan, Amran mengatakan pemerintah kini menjadikan ID Food sebagai salah satu stabilisator melalui impor. Harga kemudian ditetapkan pemerintah karena ID Food merupakan badan usaha milik negara (BUMN).

"Jadi sekarang yang menjadi stabilisator adalah ID Food karena mengimpor, tapi kami patok harganya karena BUMN, manakala dia macam-macam ini bisa diganti," ujarnya.

Amran mengatakan pemerintah juga menemukan persoalan pada biaya penurunan barang dari kapal. Menurutnya, biaya tersebut sebelumnya meningkat hingga US$7 per ton dan tidak semestinya terjadi.

"Tapi dulu ini ada orang yang monopoli, bahkan biaya menurunkan dari kapal itu naik US$7 per ton. Itu tidak boleh terjadi. Setelah dicek itu monopoli, tapi kami sudah menyurat langsung ke Satgas Pangan segera ditindaklanjuti," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menjaga agar harga ayam dan telur tidak jatuh terlalu rendah ketika pasokan meningkat. Penyerapan daging ayam dan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dapat menjadi salah satu cara menjaga hasil produksi peternak tetap terserap dan harga tidak tertekan.

Terkait hal itu, Amran mengatakan pihaknya telah menyurati Kepala BGN Sudaryono.

"DOC insya Allah yang kecil-kecil, kalau yang besar insya Allah tidak akan berani melanggar lagi. Kita upayakan ayam, (harga) telur naik, kita upayakan, kami sudah menyurat langsung ke Kepala BGN (Sudaryono)," ujar Amran.

Dugaan persoalan pada harga pakan menjadi perhatian di tengah kenaikan harga ayam dalam sebulan terakhir. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan harga ayam hidup di tingkat peternak kini berada di kisaran Rp24 ribu-Rp25 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut antara lain dipicu harga pakan yang dalam tiga bulan terakhir naik sekitar Rp1.000-Rp1.200 per kg. Harga pakan yang sebelumnya Rp8.300-Rp8.500 per kg kini mencapai sekitar Rp9.500 per kg.

Harga anak ayam atau day old chick (DOC) juga naik dari sekitar Rp6.000 menjadi Rp8.000-an per ekor. Di sisi lain, pasokan dan permintaan ayam disebut relatif berimbang.

Kenaikan juga terlihat pada harga daging ayam ras segar. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata nasional pada 31 Agustus mencapai Rp42.850 per kg, naik Rp600 atau 1,42 persen dibandingkan 24 Agustus yang berada di level Rp42.250 per kg.

(ldy/ins)